Debat Seri I Pilwalkot Makassar, ARA: Appi-Rahman Berhasil Goyahkan Rivalnya

Wakil Ketua DPRD Kota Makassar, Adi Rasyid Ali.(FOTO: SRI SYAHRIL)

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin – Rahman Bando dinilai tampil dengan maksimal pada acara Debat Publik seri I Pilwalkot Makassar di Jakarta, Sabtu (7/11/2020) malam.

Pemaparan seluruh materi debat berhasil dikuasainya dan menarik hati penonton. Sebut saja misalnya, di sesi pertama, Appi-Rahman sempat mengulas soal penanganan covid-19 di kota Makassar, yang tidak Paslon lain menyinggungnya.

Bacaan Lainnya

Panglima Sekber Appi-Rahman, Adi Rasyid Ali, mengemukakan narasi fakta yang dijabarkan Appi, bahwa pernah ada walikota sebelumnya memiliki program dipercayakan bisa membangkitkan kota Makassar, namun sayangnya, gagasan itu berhenti ditengah jalan atau mangkrak.

“Appi-Rahman dalam mengatasi dan memperbaiki kerusakan lingkungan, terumbu karang, selokan ataupun persampahan, solusinya dengan mengedepankan pencegahan yang menggunakan teknologi modern. Kami memandang persampahan di Makassar masih menjadi salah satu masalah yang cukup serius,” papar ARA sapaan karibnya, Ahad (8/11/2020).

Juga, masih dalam programnya Appi-Rahman, bahwa ia akan membangun pengolahan sampah terbesar di Asia Tenggara. Kemudian untuk ruang terbuka akan diperbanyak dan tidak ketinggalan juga drainase nantinya akan modifikasi.

Lebih lanjut, Wakil Ketua DPRD Makassar ini menguraikan, adu gagasan soal transportasi, Appi-Rahman menjadi sorotan soal gagasannya terkait pemberdayaan sopir pete-pete atau angkot hingga becak motor (bentor).

“Dalam hal itu juga, terkait pemberdayaan transportasi warga seperti pete-pete dan bentor, Appi berjanji pihaknya akan membangun koridor khusus,” pungkas Ketua DPC Partai Demokrat Makassar ini

Disela berlangsungnya debat, cawalkot nomor urut 1 Danny Pomanto menanyakan soal bagaimana mengintegrasikan pembangunan jalur utama di sebelah timur dan barat Makassar untuk mobilitas warga, khususnya untuk berangkat kerja dari rumah ke kantor.

“Persoalan kemacetan di Makassar adalah lintas barat-timur sebagai bangkitan di antara tarikan transportasi. Di sebelah timur ada 1 juta orang tinggal dan bekerja di sebelah barat, sehingga setiap hari 1 juta orang melintas dari timur ke barat, padahal Makassar tidak memiliki jalan yang sequence. Inilah persoalan paling besar yang kami alami sejak dulu. Nah, kira-kira yang dari paslon 2, apa cara untuk bisa mengatasi hal seperti ini, untuk bisa mengatasi kemacetan antara barat dan timur,” tanya Danny Pomanto.

Terbatasnya waktu, karena telah menjawab pertanyaan dua rival lainnya, terkait pertanyaan Danny Pomanto mengatasi kemacetan dari jalur timur ke barat ataupun sebaliknya, Appi hanya menjawab singkat. Kata dia, kemacetan antara jalur barat dan timur diakibatkan pembangunan infrastruktur jalan yang tidak konsisten.

“Untuk pasangan nomor 1, bahwa inilah dampak dari ketidakkonsistenan kita dalam melakukan pembangunan,” jawabnya singkat.

Selanjutnya, soal pendidikan, Appi-Rahman mengambil kesempatan pertama untuk menyampaikan program bagaimana akan menangani pendidikan di Kota Makassar. Dimana Rahman yang mengambil kesempatan untuk berbicara.

Rahman menilai selama ini masih banyak kekurangan yang harus dibenahi. Seperti masalah ketimpangan lembaga pendidikan. Mulai dari kualitas dan sarana prasarananya.

“Saya tujuh bulan Kepala Dinas Pendidikan di Makassar. Saya lihat timpang kondisinya. SMP untuk negeri (SMP Negeri) hanya 56, SMA 22 dan SMK 10. Kita bicara soal sebaran lembaga penyelenggara pendidikan. Lihat saja di sekitar Jalan AP Pettarani hingga Jalan Landak, tidak ada satu pun SMP Negeri,” ulas Rahman.

Ia juga menyinggung soal komitmen Appi-Rahman akan meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan di Kota Makassar. Mulai dari tenaga pendidiknya hingga sarananya. “Peningkatan sarana, kualitas dan mutunya. Ada satu saja yang tidak terpenuhi, maka ini pasti tidak bisa berjalan baik,” ungkapnya.

“Serta bagaimana 236 ribu anak Makassar bisa kembali sekolah dalam waktu cepat ini,” demikian urainya.

Sekadar diketahui, pelaksanaan debat seri pertama KPU Makassar mengambil tema sosial, budaya, pendidikan, keamanan, lingkungan, transportasi, dan toleransi.

Kemudian, debat kedua, soal reformasi birokrasi, pelayanan publik, penataan kawasan perkotaan, dan ekonomi.

Sementara debat terakhir, akan membahas persoalan kebijakan COVID-19, komitmen penanganan penanggulangan narkoba, perlindungan terhadap anak, perempuan dan disabilitas, serta penanggulangan kemiskinan. (andi)

Pasangan nomor urut 2, Munafri Arifuddin – Rahman Bando. (IST)

Pos terkait