Jika APPI-Rahman Pimpin Makassar, Instentif RT/RW Tanpa Pilih Kasih dan Indikator

  • Whatsapp
Calon Walikota Makassar Munafri Aroifuddin dan Ketua DPC Partai Demokrat kota Makassar Adi Rasyid Ali bersama Ketua RT/RW saat kampanye di Kelurahan Bitowa.(FOTO: SRI SYAHRIL)

Dengan ditingkatkannya kualitas insentif tersebut, tentu akan ada tugas-tugas tambahan yang akan dibebankan ke RT maupun RW. Tugas tambahan tersebut nantinya akan sejalan dengan rencana kerja dan aturan main yang dicanangkan pemerintah kota ke depan.

“Sebagai mata dan telinga masyarakat RT/RW tentu akan ada tugas tambahan. Di antaranya persoalan keamanan lingkungan, peredaran narkoba, hingga pendataan catatan kependudukan,” sebut ARA.

Muat Lebih

Bagi paslon berjargon Makassar Bangkit itu, kesejahteraan masyarakat adalah hal prioritas. Makanya visi-misi penanggulangan Covid-19 dan pemulihan ekonomi sudah digaungkan sejak awal.

Model pembangunan kesejahteraan rakyat itu antara lain menahan laju peningkatan beban biaya atau pengeluaran masyarakat, pada sisi lain mendongkrak pendapatannya. Termasuk peningkatan insentif di berbagai sektor.

Untuk menahan atau bahkan menurunkan beban pengeluaran warga, intervensi pemerintah diperlukan, seperti membebaskan iuran, mengurangi pajak, sejauh yang menjadi kewenangan pemerintah kota.

Appi-Rahman juga memastikan akan memberikan insentif bagi yang aktif di kegiatan keagamaan dan sosial. Jika dirinci, sedikitnya ada 11 profesi yang akan diberikan insentif bulanan. Ke-11 profesi itu adalah tenaga medis yang bekerja dalam penanganan langsung Covid-19. Insentif bagi Ketua RT/RW, guru mengaji, guru sekolah minggu, imam mesjid, pemandi jenazah dan marbot mesjid.

Selanjutnya insentif atau gaji bagi guru honorer dengan mengikuti standar Upah Minimum Provinsi (UMP). Adapula insentif bagi pekerja seni atau budaya. Bahkan petugas keamanan atau yang akrab dikenal sebagai paronda pun tak luput dari perhatian serius paslon nomor urut 2. (riel)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan