INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Kontes debat kandidat perdana calon walikota dan wakil walikota Makassar akan dilangsungkan di Jakarta pada Sabtu 7 November 2020. Ada 7 tema yang bakal dikupas yakni, sosial budaya, pendidikan, keamanan, lingkungan, transportasi dan toleransi.
Empat Paslon yang bakal nantinya akan beradu gagasan dan disaksikan oleh seluruh warga Indonesia yaitu, pasangan nomor urut 1, Moh Ramdhan Pomanto – Fatmawati Rusdi, nomor urut 2, Munafri Arifuddin – Rahman Bando, nomor urut 3 Syamsu Rizal – Fadli Ananda dan nomor urut 4 Irman Yasin Limpo – Zunnun Armin.
Debat Pilwali Makassar tentu menjadi daya tarik tersendiri khususnya warga Makassar sebagai calon pemilih dalam menentukan pemimpinnya untuk 5 tahun kedepan.
Sekretaris DPD Nasdem Kota Makassar, Ari Ashari Ilham menyatakan, terkhusus jagoannya, nomor urut 1 Danny-Fatma, dua hari menjelang debat perdana, serangkaian bahan sudah disiapkan, termasuk materi dan strategi debat.
“Persiapan khusus sebenarnya tinggal mendalami program, visi misinya saja. Kalau pak Danny, kan kelebihanya karena incumbent. Tinggal bagaimana melanjutkan program yang sudah ada yaitu memperbaiki yang masih kurang, kemudian membuat program baru yang berkelanjutan,” ujar Ari di kantor DPRD Makassar, Kamis (5/11/2020).
Saat ditanyai soal kejutan debat nanti, dirinya menganggap tentunya sosok wakilnya Fatmawati Rusdi dan program andalan yang sudah pernah ditorehkan serta program baru yang berbeda dengan kandidat lain.
“Kalau kejutan, saya rasa 4 paslon ini masing-masing akan memberikan kejutan terkait program yang paling ia banggakan. Untuk pasangan Danny-Fatma tentunya, programnya yang khas sebagai salah satu nilai jual dan berbeda dengan kandidat lain,” sambungnya Ari.
Legislator DPRD Makassar itu memandang, debat ditengah pandemi ini akan menjadi momen yang sangat bergengsi. Sebab, debat tersebut sangat bisa mempengaruhi pilihan warga kota Makassar menentukan pemimpinnya.
“Karena kita dalam masa pandemi jadi tidak ada kampanye terbuka. Debat kandidat ini salah satu point pertama yang bisa mempengaruhi pilihan warga kota Makassar terkait kandidat yang akan diusung,” ungkap Ari yang juga ketua fraksi Nasdem DPRD Makassar itu.
“Karena jumlah kampanye dialog di lapangan dibatasi 50 orang satu titik, kemudian tidak ada kampanye akbar sehingga yang paling bisa mempengaruhi pilihan warga makassar itu dari hasil debat nanti ini,” tambahnya.
Soal strategi dalam mempengaruhi pemilih dan mengungguli kandidat lainnya, pasangan jargon ADAMA yakin, dengan memiliki keterwakilan perempuan akan menjadi energi besar untuk menggait pemilih kaum ibu-ibu.
“Saya melihat, bahwa diantara empat paslon ini yang mengusung keterwakilan perempuan itukan hanya pak danny. Sehingga, kita mengetahui bahwa 52 persen pemilih di makassar adalah perempuan. Sehingga, memang saya melihat bahwa dengan pak danny memilih wakil perempuan ini menjadi nilai plus untum mempengaruhi perempuan di Makassar,” jelas Ari.
“Karena, kita tidak memungkiri bahwa yang paling mengerti kebutuhan perempuan itu adalah perempuan itu sendiri. Jadi kalau ada laki-laki yang mengatakan mengerti kebutuhan perempuan itu gollaji sebenarnya. Jadi yang paling membedakan kandidat lain adalah memberikan porsi kepada perempuan untuk ikut terlibat dalam pembangunan Kota Makassar,” urainya.
Kota Makassar dengan segudang masalahnya selain pembangunan, maka dibutuhkan pemimpin perempuan yang bisa terjun langsung dalam pengawasan. Ari mencontohkan, walikota perempuan, Risma dianggap berhasil membawa kota Surabaya menjadi kota bersih dan indah.
“Permasalahan kompleks yang ada di Makassar adalah selain pembangunan tetapi juga kita memberikan kesempatan untuk perempuan yang ada di makassar untuk ikut terjun langsung didalam pembangunan dan pengawasan,” tegas Ari.
“Ini terbukti di Surabaya, kemarin ibu Risma menata kota Surabaya menjadi kota Indah dan bersih. Banyak kelebihan perempuan yang bisa saling melengkapi kedua kandidat ini. Kalau sudah ada perempuan juga sudah selesai urusan anak. jadi permasalahan yang selama ini terkait kekerasan anak, kemudian masalah pendidikan itu pasti akan terselesaikan oleh Fatmawati Rusdi,” kunci Ari. (andi)





