Rekaman DP Sebut Gubernur Sulsel dan PJ Walikota Korupsi Retribusi Sampah, NA: Ngawur

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR — Kasus dugaan pencemaran nama baik yang menjerat Moh Ramdhan Pomanto bisa makin melebar. Terbongkar, dalam satu file rekaman itu DP menyebut banyak nama tokoh yang ikut dituding.

Selain nama Mantan Wapres RI Jusuf Kalla, juga ada nama Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah, dan PJ Walikota Rudy Djamaluddin ikut disebut dalam rekaman asli berdurasi 22.8 menit.

Bacaan Lainnya

Saat dikonfirmasi, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah menyatakan, akan melaporkan Danny Pomanto jika benar dalam rekaman itu menyebutkan dirinya seperti yang ditudingkan. “Itu fitnah lagi” kata Nurdin Abdullah.

NA ingin melihat perkembangan kasus ini kedepan. Jika benar terungkap rekaman lain, maka dirinya tak segang melaporkan.

“Itu bicara ngawur,” singkat Bupati Bantaeng dua periode ini.

Sementara itu, Yusuf Gunco selaku kuasa hukum keluarga Jusuf Kalla, mengaku sudah mendengar langsung rekaman asli yang panjang. Dia membenarkan banyak hal dibicarakan, namun pihaknya fokus pada kasus pencemaran nama baik JK.

“Kalau urusan nama baik pak gubernur dan pj walikota terserah pak polisi kembangkan, dan keluarga Gebernur. Kami tidak dalam kapasitas mengomentari itu,” bebernya.

Rekaman asli yang menyinggung banyak tokoh juga menuding gubernur soal dana retribusi sampah yang konon akan dipakai menyerang di Pilkada Makassar.

“Isi rekaman lain kami tidak ingin komentari lebih jauh, nanti penyidik kembangkan,” beber Gunco.

Lanjutan kasus pencemaran nama baik JK ini menjadi atensi Polda Sulsel. Kapolda Sulsel Irjen Pol Merdisyam menyatakan penyelidikan laporan dugaan pencemaran nama baik mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla saat ini ditunda.

Merdisyam mengatakan, laporan yang dimasukkan tim hukum keluarga Jusuf Kalla itu sudah diterima penyidik, bahkan anak sulung JK, Solihan Kalla telah dimintai keterangan lanjutan, Senin (7/12/2020) pukul 16.00 wita. (*)

Pos terkait