400 Prajurit Yon Armed 6/3 Kostrad Bakal Dikirim ke Perbatasan Timor Leste

  • Whatsapp
Prajurit Yon Armed 6/Tamarunang 3/Kostrad (FOTO:SUHANDI)

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Sebanyak 400 personel TNI-AD dari Satgas Yon Armed 6/Tamarunang 3/Kostrad bakal diberangkatkan  untuk misi pengamanan perbatasan RI Republik Indonesia (RI)-Republik Demokratik Timor Leste (RDTL) di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Pasukan akan menjaga perbatasan selama 9 bulan kedepan dan direncanakan kembali ke Makassar pada November 2021. Panjang perbatasan RI – Timor Leste yang akan dijaga sepanjang kurang lebih 130,88 km yang dibagi dalam 21 pos.

Muat Lebih

“Satgas Pamtas RI-RDTL ini kami ditugaskan untuk menjaga perbatasan darat antara NTT dan Timor Leste, khususnya di sektor barat. Di NTT ada dua sektor, timur dan barat, kami dapat di sektor barat,” kata Komandan Satgas Pamtas RI-RDTL, Mayor Arm Andang Radianto S.A.P di Markas Yon Armed 6/Tamarunang 3/Kostrad jalan Mappaoddang, Senin (11/1/2021).

Dijelaskan Andang, tugas pokok selain menjaga, juga akan membantu meningkatkan taraf hidup masyarakat selama berada di perbatasan.

“Kami disana tugas pokok kami, tidak hanya menjaga patok, kita tahu sendiri kan kondisi perbatasan itu banyak kekurangan, kami hadir kesana membawa dua dokter, 20 tenaga kesehatan untuk memberi pelayanan kesehatan di perbatasan.”

“Kami juga sudah dibekali penyuluhan sebagai tenaga pendidikan, kami siap menjadi tenaga pendidik di tapal batas NTT. Kemudian kami juga dibekali kemampuan peternakan untuk membekali masyarakat disana agar taraf hidupnya meningkat,” terang dia

Selain itu, ratusan pasukan TNI pilihanI ini juga akan mengantisipasi berbagai tindakan kriminal seperti penyelundupan narkotika, senjata api dan berbagai barang terlarang lainnya.

“Tentunya kami di perbatasan ada PLBN (Pos Lintas Batas Negara) pos di situ sudah include di dalamnya dari Imigrasi dan Polisi dan kami sebagai pembuka perbatasan. Nah bagaimana dengan 19 pos yang lain kami sudah dibekali tentang bagaimana keimigrasian untuk membedakan yang mana obat-obatan terlarang atau tidak dan tentang barang terlarang lainnya,” tutup Andang. (andi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan