INFOSULSEL.COM, MAKASSAR | Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Makassar terus melakukan penertiban parkir liar di depan pusat perbelanjaan dan ruas jalan raya.
Bagi Kepala Dinas Perhubungan Kota Makassar, Muhammad Reza, penertiban saja tidak cukup tanpa adanya solusi yang menyentuh akar masalah.
‘’Ada kendala yang menyebabkan masyarakat, karyawan mall, hingga pengemudi ojek online (ojol) lebih memilih parkir di luar area resmi. Pertama, tarif parkir di mall mahal. Jadilah masyarakat cari yang lebih murah. Kalau di luar ada yang murah, tentu mereka pilih itu,” ujar Reza, Kamis (21/8/2025).
Menurutnya, hampir semua mall di Makassar tidak menyediakan fasilitas parkir gratis maupun tarif flat untuk karyawan. Kondisi ini membuat karyawan yang memiliki pendapatan terbatas mencari alternatif parkir di luar.
“Kita tahu gaji karyawan itu berapa. Jadi mereka pasti cari parkir yang murah. Nah, itu yang dimanfaatkan warga buka lahan parkir di luar,” ungkap Reza.
Selain itu, fenomena tingginya aktivitas ojol juga menjadi faktor. Banyak pengemudi ojol harus masuk ke mal untuk mengambil pesanan. “Kalau mereka masuk bayar parkir, tentu tidak sebanding dengan pendapatan dari orderan. Akhirnya mereka pilih parkir di luar,” katanya.
Untuk mengatasi persoalan ini, Dishub meminta mall perlu menyiapkan lahan khusus parkir untuk ojol dan karyawan. Tentu dengan tarif terjangkau. Atau gratis. “Saya kir aitu solusi terbaik. Kalau tidak, persoalan ini akan terus berulang,” tegasnya.
Reza menekankan perlunya regulasi yang kuat. “Sampai kapan mau menertibkan tanpa Solusi,” tanya Reza. Dia mengaku sedang mengkaji untuk membuat regulasi. Apakah Perwali atau Perda. Agar mall wajib menyediakan fasilitas parkir murah atau gratis untuk kalangan tertentu.
Ia menyebut, Dishub bersama PD Parkir sudah menggodok aturan terkait hal ini. “Intinya, kita ingin masyarakat bisa mendapat pilihan parkir yang murah, aman, dan tidak mengganggu ketertiban lalu lintas,” pungkasnya.(*/rls)





