INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Moh Ramdhan Pomanto – Fatmawati Rusdi (Danny-Fatma) resmi ditetapkan sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota terpilih pada pemilihan wali kota Makassar 2020. Penetapan dilakukan dalam rapat pleno terbuka yang digelar KPU Makassar di Hotel Claro Makassar, hari ini.
Penetapan tersebut tertuang dalam surat keputusan nomor: 23/PL.02.7-Kpt/7371/KPU-Kota/1/2021 yang dibacakan oleh Komisioner KPU Makassar Divisi Hukum Abdul Rahman. Disebutkan bahwa Danny – Fatma menang dengan perolehan sebanyak 218.908 suara atau 41,3 persen dari total suara sah pada pemilihan 9 Desember 2020 lalu.
“Menetapkan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar dalam Pemilihan Wali Kota Makassar 2020 nomor urut 1 dengan perolehan 228,907 suara atau 41,3 persen dari total suara sah sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota terpilih,” kata Rahman, Sabtu (23/1/2021).
Ketua KPU Makassar, Faridl Wadji mengatakan, Pilkada di 2020 merupakan Pilkada dengan tingkat persentase partisipasi yang paling tinggi sepanjang sejarah di Makassar.
“Kalau kita lihat statistik demokrasi kita, Pilkada kali ini, Pilkada yang dengan persentase partisipasinya yang paling besar. Sepanjang sejarah kita melaksanakan Pilkada terbuka. Pada 2013 partisipasi kita 58,9, 2018 partisipasi kita 57,2 kalau sekarang dengan 59,6,” kata Faridl.
Meski demikian, Faridl mengakui masih jauh dari target partisipasi nasional yaitu 75 persen. Kata dia, keberhasilan di 2020 dengan angka partisipasi 59,6 patut bersyukur. Olehnya itu, tugas KPU kedepannya adalah bagaimana mempengaruhi angka 40 persen tersebut untuk tertarik di pesta demokrasi selanjutnya.
“Pada 2018 kita ada kenaikan 2 persen, kemudian 2013 ada kenaikan 0,7 persen. Artinya adalah kita konfirmasi warga kota konsen terhadap isu demokrasi walaupun PR kita masih banyak 40 persen, kenapa 40 persen tidak hadir walaupun sejarah Makassar belum pernah ada partisipasi tembus sampai 60 persen,” jelasnya.
“Tapi ini tentu menjadi panggilan bagi kita untuk memastikan kenapa ini ada capture begini kenapa warga kota tidak tertarik walaupun ada target partisipasi nasional 75,5 persen tapi partisipasi itu target itu disusun sebelum pandemi covid-19. Sehingga di pandemi, proyeksi kita justru partisipasi akan anjlok,” tambahnya. (andi)





