INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Sebanyak 526 SK pegawai pegeri sipil (PNS) diserahkan kepada peserta yang lulus CPNS, Jumat (22/1/2021). SK tersebut, diserahkan langsung oleh Pj Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin di ruang Sipakatau, Balai Kota Makassar.
Pemerintah Kota Makassar sendiri menerima 18.026 pelamar untuk CPNS melalu Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM). Kemudian yang lulus administrasi sebanyak 16.080. Selanjutnya, setelah dijaring menyisakan sebanyak 1.346 peserta yang lulus untuk mengikuti tes ujian kompetensi dan pada akhirnya yang lulus sebanyak 526.
Pj Wali Kota, Rudy Djamaluddin dalam sambutannya ia berharap, kepada seluruh CPNS yang lulus dapat bekerja maksimal agar dapat bermanfaat bagi instansi tempatnya bernaung.
“Ini bukan akhir, tapi awal untuk mengabdi pada negara. Jadilah pelayan masyarakat yang tidak cepat berpuas diri pada pencapaian karir. Jabatan itu titipan. Kembangkan diri dengan potensi yang ada agar amanah dapat di emban dengan baik,” pesan Rudy.
Penyerahan SK PNS ini turut pula di saksikan oleh Plt Kepala BKPSDMD Makassar, para pejabat struktural lingkup Kota Makassar dan para keluarga dan kerabat peserta yang lolos CPNS 2019.
Salah satu peserta yang menerima SK PNS adalah Fausia. Fausia terlihat haru dan nampak berbeda dengan peserta lainnya. Sebab, Ia lulus dalam formasi penyandang disabilitas tunanetra dan berhasil mendapat jatah sebagai tenaga pendidik di Labuang Baji Makassar.
“Alhamdulillah, saya berkesempatan berada di sini bersama rekan lainnya dan menerima SK PNS. Tentu ini akan saya manfaatkan lebih baik lagi dan berusaha optimal menjadi guru teladan di Makassar,” singkat Fausia.
Dalam kesempatan itu pula, Rudy mengajak agar para ASN baru ini dapat menjadi edukator covid di lingkungannya.
“Kita masih berjuang melawan covid. Besar harapan saya ASN baru ini menjadi edukator dalam lingkungannya. Berikan pemahaman pada orang-orang terkait penularan covid dan juga keberadaan vaksin yang kini sudah masuk di Indonesia.”
“Kota Makassar di tahapan perdana mendapatkan jatah 15.000 vaksin. Jangan terprovokasi dengan issue hoax. Negara tidak akan mencelakai warganya,” pungkas Rudy. (andi)





