Bukan Perempuan Biasa
Di dunia olahraga yang didominasi kaum lelaki, pun Diza bahkan hampir 20 tahun bergaul dengan pengurus, pemilik klub dan pesepakbola nasional dan internasional. Karena jasanya itu mantan pengurus PSSI pusat dan jabatan bergengsi lainnya ia pernah menerima penghargaan Adimanggalva Krida dari Menpora.
Bagi banyak kalangan Diza disebut ‘bukan perempuan biasa’. Ia lebih banyak memimpin organisasi yang didominasi kaum laki-laki. Ketegasan dan keberaniannya membuat ia disegani banyak pihak. Diza tak segan melontarkan kritikan pedas kepada pemerintah. Bahkan kepada aparat keamanan demi menegakan kebenaran dan keadilan.
Di organisasi kepemudaan, nama Diza juga cukup diperhitungkan. Bahkan sampai tingkat nasional. Sejumlah koleganya pun tak sedikit menjadi pemimpin pada level nasional. Salah satunya, Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo. Juga Ketua DPD, La Nyalla Matalitti.
Sebagai tokoh perempuan, Diza ingin ikut berperan membangun dan memajukan negeri ini. Untuk itu ia memohon dukungan dari seluruh masyarakat Sulsel untuk memajukan MPI agar berkembang dan berprestasi.
“Mohon doa dan dukungan semua pihak. Tanpa doa restu dan dukungan masyarakat, tidak akan mungkin niat tulus saya ini bisa tercapai. Yang pasti MPI Sulsel berkomitmen membangun pemuda-pemudi yang berprestasi di bidang olahraga pentathlon,” tambah Ifal yang juga berprofesi sebagai advokat muda di Makassar.(riel)




