ARA Minta Pemkot Makassar Realisasikan Hasil Reses Dewan

  • Whatsapp
Wakil Ketua DPRD Kota Makassar, Adi Rasyid Ali.(FOTO: SRI SYAHRIL)

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – DPRD Kota Makassar menggelar rapat paripurna terkait penyampaian laporan hasil pelaksanaan reses kedua masa persidangan kedua tahun sidang 2020/ 2021, di ruang Paripurna DPRD Kota Makassar, Senin (24/5/2021).

Wakil Ketua DPRD Kota Makassar, Adi Rasyid Ali meminta pemerintah kota (pemkot) memperhatikan dan menindaklanjuti semua program kerja hasil reses.

Bacaan Lainnya

“Kita minta pemerintah kota, tolong diperhatikan reses ini nanti dimasukkan di sistem informasi penganggaran daerah (SIPD) yang nanti akan dikerja tahun 2022,” ujarnya di Kantor DPRD Makassar, Senin (24/5/2021).

ARA, sapaan akrab legislator tiga periode itu mengatakan, pemerintah kota harus mengutamakan hasil reses.

“Karena, percuma kita turun ke rakyat nanti, rakyat bertanya apaji anggota dewan berapa kali mi reses tidak ada yang jalan,” pekiknya.

Bagi ARA, pemerintah harus menurunkan egonya, dengan mendengarkan apa yang menjadi aspirasi rakyat saat rese.

“Dan kita mau 2022 reses berikutnya tahun ketiga tidak ada lagi keluhan terkait ini. Artinya semua tersosialisasikan. Pasti alasannya soal anggaran. Anggaran pasti ada. Sekarang keinginan itu good Will terus dimasukkan dalam RKAPBD,” ungkap Ketua DPC Demokrat Kota Makassar ini.

Lebih lanjut, terkait RS Batua yang mangkrak juga perlu diprioritaskan oleh pemerintah, sebab banyak warga utamanya di dapil lll meliputi Kecamatan Panakukang, Manggala, Biringkanaya dan Tamalanrea mengeluhkan pembangunannya yang tak kunjung usai.

“Banyak dalam penyampaian juga bagaimana dengan RS Batua? Masa dibiarkan mangkrak terus bagaimana penyelesaiannya, inikan harus Clear semua masa dibiarkan mangkrak begitu dan masih banyak lagi pekerjaan-pekerjaan, betonisasi, drainase. Hal yang klasik itu begitu terus berputar-putar,” ungkapnya

Air bersih yang sering kali berulang-ulang juga dipertanyakan warga, hampir semua anggota dewan di Dapil ll sudah bosan menyampaikan keluhan tersebut kepada pemerintah namun tidak difollow up.

“Saya tidak tahu apakah pemerintah mendengar atau tidak atau cuek. Jangan sampai menunggu masyarakat demo baru diperhatikan,” pungkas ARA. (andi)

Pos terkait