INFOSULSEL.COM, MAKASSAR — DPRD Kota Makassar meminta Pemkot Makassar segera menender ulang sejumlah proyek di awal tahun 2022. Sekretaris Komisi C Bidang Pembangunan DPRD Kota Makassar Fasruddin Rusli mengatakan, banyak program 2021 gagal tender.
“52 SKPD dan 15 Camat ini perlu diigatkan supaya bisa berkoordinasi dengan baik. Insya Allah awal tahun ini sudah bisa dimasukkan untuk proses lelang,” katanya.
Legislator PPP ini menilai persoalan ini sudah menjadi masalah tahunan. Karena itu kata dia, perlu dilakukan perombakan total di lingkup Pemkot Makassar khususnya ULP.
Belum lama ini Komisi C menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama sejumlah kontraktor. Penyebabnya, Pokja Pemkot bermasalah.
“Sepertinya Pokja ini sengaja memperlambat proses tender. Padsahal sudah ada pemenangnya. Tapi barangkali mereka tidak siap waktu untuk proses kerja. Makanya beberapa tender dibatalkan. Banyak tender yang siap dikerjakan, tapi tidak kerja karena Pokjanya ini merasa tidak bisa rampung,” ungkap Acil, spaanya.
Acil berharap pelantikan 23 JPT 31 Desember lalu bisa mendorong realisasi pembangunan di tahun 2022.
“Memang minim (pembangunan). Kita meminta semua usulan OPD untuk ditender di awal tahun ini,” tegas dia.
Anggota Komisi C Fraksi Golkar Andi Suharmika memepertanyakan pengerjaan proyek yang masih banyak berjalan hingga awal tahun 2022. Padahal pengerjaan tersebut seyogyanya sudah rampung sejak Desember lalu.
“Ini hasil tinjauan kita banyak program yang jalan, padahal pagu anggaran itu di 2020-2021. Ada beberapa titik yang belum terselesaikan. Semisal drainase. Itu kan masih pengeringan. Artinya belum selesai,” katanya
Suharmika mendesak Dinas PU untuk memberikan penjelasan terkait hal ini. Apalagi belum ada laporan yang masuk.
“Kita minta penjelasannya, apa dasar hukumnya sehingga pengerjaan hari ini tetap berlangsung. Apakah itu diadendum atau apa. Tidak ada laporan ke kami,’’ cetus Suharmika.
Ia mengakui adendum memungkinkan untuk dilaksanakan untuk pengerjaan sampai berapa hari kedepa. ‘’Ada baiknya PU memberikan keterangan ke publik,” ujarnya.(riel)





