Alasan mendasar menurutnya, agar SK bisa secepatnya terbit sebelum masa kepengurusan KONI Sulsel berakhir Maret mendatang.
Bagi Yusuf, menerbitan SK pengurus KONI Makassar yang baru di masa transisi dari pengurus KONI Sulsel ke ke pengurus baru akan memakan waktu lama. Sebab pengurus KONI Sulsel yang baru juga masih harus menunggu waktu dari KONI Pusat.
‘’Kalau Musorkot diundur dikawatirkan akan berimbas pada penerbitan SK KONI Makassar. Ini berpotensi terjadi kekosongan kepemimpinan. Jadi secara legal standing kepengurusan belum bisa berjalan karena belum ada SK. Itu yang kita kejar. Jangan sampai kita terlambat dan Makassar tidak bisa dilantik,” urainya.
Untuk diketahui pada Musorkot kali ini calon nakhoda akan berebut 41 suara. Masing-masing 39 dari cabor dan masing-masing 1 suara dari KONI Makassar dan KONI Sulsel.(riel)





