ATIRAH, Film Drama Biopik dan Representasi Kebudayaan Bugis-Makassar

Cut Mini Theo, Pemeran Atirah, Ibu Jusuf Kalla dalam fillm Atirah

Film adalah medium komunikasi massa, alat penyampai berbagai jenis pesan dalam peradaban modern ini. Dalam penggunaan lain, film menjadi medium artistik yaitu menjadi alat bagi seniman-seniman film untuk mengutarakan gagasan ide lewat suatu wawasan keindahan. Film merupakan sebuah bentuk komunikasi dengan tanda karena dalam proses produksinya film menciptakan tanda (sign) dan simbol dengan makna ( pesan ) tertentu.

Dalam film Athirah, dia digambarkan seperti seorang wanita yang tegar mengetahui dirinya di poligami, namun tetap bangkit dari keterpurakan, dan berfikir positif untuk mencapai kesuksesan, bijaksana mengahadapi semua permasalahan yang ada, karena bagi Athirah keluarga merupakan segalanya, dan Athirah menemukan kemenangan atas dirinya.

Film dapat mencerminkan kebudayaan bangsa dan mempengaruhi kebudayaan itu sendiri serta film juga merupakan salah satu faktor utama yang dapat membangun stereotipe masyarakat dalam menilai suatu kebudayaan tertentu. Sebuah film kemudian bisa menjadi komunikator atau sebagai perantara dalam komunikasi, hal ini dikarenakan sebuah film bisa berhubungan langsung dengan kehidupan penontonnya misalnya.

Dalam Atirah diceritakan bahwa pada masa tersebut, wanita bugis cenderung pendiam dan tak memiliki kebebasan mengungkapkan perasaan. Terkesan seperti ada sejarah lebih kompleks lagi yang membuat wanita seperti Athirah memiliki kepribadian seperti itu.

Film ini terasa kental dengan budaya bugis makassar. Terlihat dari artistik dan nuansa yang ditampilkan dalam film ini kental dengan budaya bugis. Kelemahan dari film ini adalah nilai relevansinya dengan masyarakat modern, mungkin bagi penonton yang tak mau repot mengobservasi latar belakang Athirah. Setiap tindakan dan keputusan yang diambil oleh Athirah tak jelas motifnya karena kita hanya bisa melihat secara visual, kita tak bisa membaca pikiran Athirah secara mendetail.

Namun, jika kita memahami budaya dan peradaban sosial pada masa tersebut, kita bisa melihat, bahwa sosok Athirah merupakan sosok ibu yang kuat dan istri yang setia dan penyabar. Dalam film ini seakan-akan penulis menggambarkan Athirah sebagai sosok perempuan bugis makassar yang terkenal setia dan tangguh.

Perempuan Bugis yang berjuang demi keutuhan keluarga

Ketika harta dan kedudukan dimiliki oleh seorang lelaki, godaan akan perempuan pun sulit untuk dielakkan bagi kaum lelaki. Kehidupan Athirah dan keluarganya yang bahagia dan harmonis mulai terusik dengan kehadiran perempuan lain dalam hidup suaminya disaat dia sedang hamil anak ke-4.
Athirah pun terpaksa bersabar dan bertahan meskipun ada perempuan lain dalam kehidupan rumah tangganya, demi keutuhan keluarganya.

Athirah berusaha melewati semua masa-masa sulit itu dengan penuh ketegaran, bersikap dan berpikir positif meskipun hatinya terluka. Untuk mengobati kesedihannya Athirah pun mulai berdagang kain tenun sutra khas Sengkang, usahanya mengalami kemajuan. Pada tahun 60-an terjadi hiperinflasi di Indonesia, ekonomi menurun, pengusaha banyak yang bangkrut termasuk usaha Haji Kalla. Ketika masa sulit itu terjadi Athirah tetap berbesar hati untuk membantu suaminya yang terlilit utang.

Film merupakan bagian dari media komunikasi massa yang sering kali digunakan sebagai media yang menggambarkan kehidupan sosial dalam masyarakat. Film sebagai salah satu atribut media massa menjadi sarana komunikasi yang paling efektif dalam penyampaian pesan. Film sebagai salah satu kreasi budaya yang banyak memberikan gambaran-gambaran kehidupan masyarakat. baik itu berdasarkan kehidupan nyata maupun tidak, namun dapat memberikan pelajaran penting bagi penontonnya.

Film Athirah ini memang tidak setenar film-film luar negeri namun alur cerita film ini tidak kalah menarik untuk di tonton. Film ini, berhasil masuk nominasi-nominasi di luar negeri dan diputar di beberapa negara diluar negeri. Film athirah salah satu film yang bertema drama keluarga yang menarik untuk kalian tonton.

Film ini menilik kebudayaan di masa lampau mengajak kita meng-explore kebudayaan bugis makassar, kemudian bagaimana perempuan bugis dalam berperilaku, juga mengisahkan bagaimana ketegaran seorang istri demi menjaga keutuhan keluarganya dan menemukan kemenangan atas dirinya sendiri.

Pos terkait