Jelang PORPROV XVII Sulsel 2022
INFOSULSEL.COM, MAKASSAR — Cabang Olahraga (Cabor) Kempo bertekad mempertahankan tradisi emas pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulsel XVII September 2022.
Demi berburu 10 medali emas, sejak Januari lalu 21 atlet kempo Makassar intens berlatih. Tiga kenzhi putri dan satu putra jadi andalan cabor yang dipimpin Wachyudi Muchsin, ini.
Mereka adalah Ida Fitri Bohari, Nadya Anggraeni Putri dan Nurfadillah serta Hamzah. Pada pra kualifikasi Porprov di Makassar November 2021 lalu Makassar juara umum setelah meraih 10 emas 4 perak dan 4 perunggu.
‘’Delapan medali emas disumbang tiga kenzhi putri. Dua lagi dari kenzhi putra di Pra Porprov November 2021 di Makassar,” kata Nasri, pelatih dan Pengurus Kota Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (Pengkot Perkemi) Makassar, Sabtu (4/6/2022).
‘’Ida Fitri Bohari dan Nurfadillah masing-masing berbagi tiga emas. Dua emas lagi dari Nadya Anggraeni Putri. Sementara dua emas lainnya dari kenshi putra, Hamzah,” tambah Nasri.
Sejak Porda XII 2002, cabor beladiri yang berasal dari Jepang ini selalu berkontribusi menyumbang medali emas untuk Makassar. Kempo mendulang 4 emas, 3 perak dan 1 perunggu di Porda Luwu. Sayangnya di Porda XIII 2006 di Bone pulang hanya membawa 1 emas, 2 perak dan 3 perunggu.
Namun Porda selanjutnya di Pangkep 2010 silam perolehan medalinya naik menjadi 4 emas, 4 perak dan 2 perunggu. Pada Porda XV 2014 Bantaneg, medali emas dipertahankan tetap 4 emas, 3 perak dan 4 perunggu.
Nah, di Porda XVI 2018 di Pinrang para kenzhi Makassar benar-benar membuktikan kualitasnya. Prestasinya meningkat tajam, 9 medali emas dipersembahkan para atlet. Selebihnya 6 perak dan 4 perunggu.
Ketua KONI Ahmad Susanto menyebut pada Porprov Sinjai-Bulukumba Makassar Makassar meloloskan 534 atlet. Mereka tersebar di 32 cabor yang diikuti.
Dengan kekuatan tersebut wajar jika Makassar ingin tetap mempertahankan tradisi juara umum. Namun bagi Ahmad Susanto di pesta multi event empat tahunan di Sulsel ini harus ada yang berbeda.
“Selama ini juara umum sudah jadi tradisi bagi Makassar. Tapi kali ini tidak hanya juara umum saja. Saya mau atlet-atlet kita harus juga bisa memecahkan rekor. Minimal rekor Porda,” tegas Ahmad Susanto.(riel)






