Ini Kata DPRD Makassar Soal Konten Negatif di Media Sosial, AH Ibrahim Baso : Jagai Anatta

Ketua Komisi D DPRD Makassar Andi Hadi Ibrahim Baso.

INFOSULSEL.COM, MAKASSARKetua Komisi D DPRD Makassar Andi Hadi Ibrahim Baso mengimbau para orang tua patut mewaspadai beredarnya konten negatif di berbagai media sosaial terkait kasus kriminal yang melibatkan dua anak di bawah umur.

”Ini yang patus diwaspadai oleh para orang tua. Sebab konten-koten negatif terkait kasus pembunuhan yang dilakiukan dua anak di bawah umur bisa mempengaruhi prilaku anak saat menonton konten tersebiut,” katanya.

Bacaan Lainnya

Seperti diberoitakan berbagai media dua anak di bawah umur di Makassar ditangjap oleh polisi karena membunuh bocah 11 tahun. Motifnya karena ingin cepat kaya dari hasil penjualan organ tubuh manusia. Perbuatan menyimpang itu dilakukan karena terpengaruh oleh informasi salah soal jual beli organ tubuh manusia dengan bayaran USD 50 ribu.

“Dunia teknologi sekarang sudah tidak bisa dibendung. Anak-anak kita kalau buka internet semua tersedia. Oleh karena itu pentingnya pondasi dasar di tatanan keluarga umtuk selalu mengedukasi anak-anak,” katanya Sabtu (14/1/2023).

Selain itu, peran pihak sekolah juga sangat penting untuk mengajarkan siswa dalam bermedia sosial. “Kita juga harus mengedukasi dunia pendidikan di tingkat SD-SMA baik nageri atau swasta, untuk senantiasa mengetaui etika bermedsos,” katanya.

Pemkot Makassar telah menggaungkan program ‘Jagai Anak Ta’, agar tidak menjadi korban aksi tindak pidana. Menurut dia, hal itu sangat penting ditanam di benak orang tua agar terus menjaga anaknya. “Program Pemerintah Kota Makassar ‘Jagai Anak Ta’ ini program yang sangat bagus. Mengingat betapa pentingnya dalam keluarga itu ada pembinaan,” ujarnya.

Sebelumnya, kasus pembunuhan bocah 11 tahun di Makassar yang berlatar jual beli organ tubuh, membuat Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) telah bergerak cepat agar tidak ada kejadian serupa. Tiga situs jual beli organ tubuh manusia diblokir. Alasannya agar tidak ada peristiwa serupa seperti yang terjadi di Makassar ini.(*/riel)

Pos terkait