Sekretariat DPRD Makassar Sosialisasikan Perda Pengelolaan Sampah

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR |  Sekretariat DPRD Makassar menggelar sosialisasi peraturan daerah (sosper) nomor 4 tahun 2011 tentang Pengelolaan Sampah, di Hotel Grand Asia, Jl Boulevard, Minggu (3/12/2023).

Hadir sebagai narasumber, pemerhati lingkungan, Puspito Hargono, Eko Ponco Prasetyo, Wiro Rian Ardiansyah

Bacaan Lainnya

Puspito Hargono mengajak seluruh masyarakat mengelolah sampah dengan bijak. “Mari sama-sama mengelola sampah dengan bijak. Tujuannya supaya tidak terjadi banjir karena  kita buang sampah sembarangan,” ujar Popi sapaan akrabnya.

Popi menyebut persoalan sampah ini merupakan hal yang serius. Padahal regulasi ini sudah ada sejak tahun 2011. Sembilan tahun tidak ada perubahan penanganan sampah di Kota Makassar.

Narasumber lainnya, Eko Ponco Prasetyo menambahkan, Indonesia menjadi salah satu produsen sampah terbesar di dunia. Setiap tahun, ada jutaan matriks sampah dihasilkan lantaran minimnya pengelolaan sampah.

“Hingga 2018, Indonesia tercatat penyumbang sampah terbanyak di dunia. Inilah realitas yang kita hadapi,” uimpal Eko, sapaan akrabnya.

Kata Eko, ada tiga cara atau upaya agar pengelolaan sampah di Indonesia bisa terkendali. Pertama, kebijakan pemerintah pusat, membuat regulasi dan partisipasi masyarakat. “Partisipasi masyarakat ini penting. Percuma kebijakan dan regulasi ketat kalau peran masyarakat tidak ada, akan mustahil,” ujarnya.

Narasumber lainnya Wiro Rian Ardiansyah, menambahkan masyarakat agar memulai mengelola sampah dari rumah. Dengan begitu, sampah yang akan dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tamangapa bisa direduksi. “Yang namanya sampah pasti tidak ada habisnya. Tapi kita harus ikut mengurangi,” ujar Wiro.

Ia menambahkan, kita semua harus mengikuti Perda ini. Tidak akan menyelesaikan persoalan sampah di kota Makassar kalau kita tidak sadar. Berapapun anggaran yang dikeluarkan.

“Kalau sampah diolah seperti daur ulang, tidak akan menghasilkan bau. Selama kita berpikir bahwa sampah itu adalah musuh, masalah tidak akan selesai,” jelasnya. (*)

Pos terkait