INFOSULSEL.COM, INDONESIA |Direktur Utama PT Freeport Indonesia Tony Wenas, bertemu Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis (28/3). Fokus utama diskusi adalah mengenai perlunya menjaga kelancaran ekspor konsentrat tembaga untuk mencegah potensi kerugian besar bagi ekonomi Indonesia.
Tony Wenas dengan tegas menyampaikan keprihatinannya terhadap dampak yang akan ditimbulkan jika ekspor konsentrat tembaga dihentikan. Menurutnya, penghentian ekspor tersebut dapat menyebabkan penurunan signifikan dalam penerimaan negara, dengan estimasi kerugian mencapai US$2 miliar atau sekitar Rp30 triliun dari bulan Juni hingga Desember. Oleh karena itu, ia mendorong untuk memperpanjang relaksasi ekspor hingga Desember 2024, sebagai langkah preventif yang dianggap krusial dalam mengatasi potensi kerugian tersebut.
Selain mengenai ekspor, pembahasan juga mencakup isu perpanjangan izin tambang PT Freeport yang akan habis pada tahun 2041. Meskipun pembahasan mengenai hal ini hanya sebatas awal, namun hal ini memperlihatkan keseriusan dalam memperhitungkan implikasi jangka panjang bagi sektor pertambangan Indonesia.
Pertemuan tersebut juga mencakup progres pembangunan smelter PT Freeport Indonesia di Manyar, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Diharapkan bahwa smelter ini akan beroperasi pada pertengahan tahun 2024, dan Tony Wenas yakin bahwa hal ini akan memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan nilai tambah dalam industri pengolahan tembaga di Indonesia.
Dengan kesepakatan untuk menjaga kelancaran ekspor konsentrat tembaga serta upaya untuk memperpanjang relaksasi ekspor hingga Desember 2024, diharapkan bahwa Indonesia dapat terus mengoptimalkan potensi sektor pertambangan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Langkah-langkah strategis ini memperlihatkan komitmen bersama untuk menghadapi tantangan ekonomi global dengan cara yang berkelanjutan dan berdaya saing. (andri)





