INFOSULSEL.COM, MAKASSAR | Ketua TP PKK Kota Makassar Indira Yusuf Ismail berbagi kisah inspiratifnya sebagai istri. Ia mengisahkan suka duka selama mendampingi Moh Ramdhan Pomanto selama dua periode sejak 2014 hingga sekarang menjadi Wali Kota Makassar.
Berikut kisahnya yang diungkap dalam wawancara Podcast sebuah media online bertajuk ‘Podcast Bersama Ibu Indira Yusuf Ismail’ pada Minggu (14/04/2024).
Indira menuturkan menjadi istri Wali Kota Makassar secara otomatis membuat ia mengemban amanah pada sejumlah organisasi perempuan. Diantaranya sebagai Ketua TP PKK Kota Makassar, Ketua Dekranasda Kota Makasssar, hingga Bunda PAUD Kota Makassaar.
Disamping itu, tanggung jawabnya sebagai seorang ibu dan nenek, tetap dijalankan secara proporsional. Namun demikian, Indira menuturkan peran terpentingnya adalah memberikan dukungan positif kepada sang suami sebagai orang nomor satu di Pemkot Makassar.
Indira memastikan sebagai pemimpin organisasi yang bersinergi dengan program Pemkot Makassar, sebagai ibu yang bisa memberikan perhatian dan pemahaman kepada anak-anak di tengah kesibukan ayahnya, serta sebagai istri yang bisa memberikan semangat kepada suami.
“Disamping jadi Ibu PKK, kita harus tetap mensupport. Anak-anak juga terbiasa dengan kesibukan bapaknya jadi mengerti,’’ jelas Indira.
Ia mengaku selalu berpesan kepada anak-anaknya, tugas kita adalah mendukung dan mendoakan. ‘’Apalagi sekarang bapak (Wali Kota) penghiburnya adalah cucunya,” cerita Indira.
Menjadi Ketua TP PKK Kota Makassar juga membuat Indira sering turun lapangan. Berinteraksi dengan warga. Indira memberikan pembinaan dan edukasi mulai tentang kesehatan, pendidikan, ekonomi hingga fenomena sosial di masyarakat.
Sejak periode pertama Danny Pomanto, Indira telah menjatuhkan prioritas perhatiannya kepada dua hal yang konsisten didorong dan dikawal hingga saat ini, yaitu masalah pendidikan dan pemberdayaan perempuan.
“Dari periode pertama saya mengusulkan selaku Bunda PAUD, kita mulai dari dunia pendidikan. Utamanya pendidikan dasar. Memperbaiki pendidikan dasar itu bagi saya penting itu dalam hal sarana dan fasilitas, untuk mendidik anak-anak kita dari usia dini,” ujarnya.
Lanjut, Indira menggarisbawahi pentingnya optimalisasi dan penyempurnaan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Hal ini juga sejalan dengan harapan Pemerintah Kota Makassar yang ingin menciptakan masyarakat yang lebih berkeadilan dan sejahtera.
Pemkot Makassar menginginkan perempuan dan anak-anak memiliki peran yang aktif dan mendapatkan perlindungan sepenuhnya, melalui misi rekonstruksi kesehatan, ekonomi, sosial dan budaya, yang tertuang dalam program ‘Jagai Anak’ta’.
“Program Pak Danny yang sangat perempuan sekali adalah program ‘Jagai Anakta’. Lewat program itu kita memperhatikan pembinaan perempuan dan anak. Ada shelter hingga psikolog sebagai tempat kita bertanya. Cuma kita mesti sosialisasikan lagi agar warga semua tahu,” sebut Indira.
Ibu tiga putri ini dan nenek satu cucu ini menuturkan kesannya mengawal dan bersinergi terhadap berbagai program Pemkot selama dua periode kepemimpinan Danny Pomanto.
Bagi Indira tidak mudah, olehnya dia berharap masyarakat dapat berperan aktif dan membangun kebiasaan positif dalam mendukung pembangunan Kota Makassar agar menjadi dua kali tambah baik.
“Butuh kesabaran untuk menyampaikan dan mengedukasi, dan kita harus ikhlas. Bagi masyarakat (program yang kita jalankan) mungkin biasa saja, bagi kita pemerintah untuk mencapai kedisiplinan itu harus strong. Kita juga berharap masyarakat mau berdisiplin agar mereka bisa merasakan dampak baiknya,” harapnya.(*)





