Sulsel Terancam tidak Ikut PON, Ratusan Atlet dan Pelatih Turun ke Jalan

Ratusan atlet, pelatih dan pengurus cabor menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Gubernur Sulsel, Jumat (17/5/2024). (FOTO: RIEL)

Para peserta aksi menyatakan kegembiraan mereka atas pemberhentian Bahtiar Baharuddin sebagai PJ Gubernur Sulsel yang masa jabatannya belum genap setahun. Bahtiar dinilai tidak punya kepedulian terhadap kemajuan olahraga di daerah yang dipimpinnya. Karena itu para insan olahraga kawatir Sulsel akan absen pada PON kali ini.

Sri Syahril, salah satu orator yang mewakili atlet, pelatih dan pengurus cabor,  menyampaikan orasinya dengan penuh semangat. Ia menyoroti kurangnya perhatian Pemprov Sulsel terkait ketersediaan anggaran pembinaan dan prestasi olahraga.

Meskipun KONI Sulsel mengalami peningkatan prestasi dengan meloloskan 408 atlet pada PON XXI Aceh-Sumut 2024, namun alokasi anggaran hanya diberikan Rp 17,5 miliar.

‘’Untuk biaya pemberangkatan pulang pergi (PP) kontingen ke Aceh dan Sumatera Utara anggaran yang disiapkan saya yakin tidak cukup. Belum lagi biaya akomodasi, uang saku yang nilainya bisa puluhan miliar rupiah. Belum peralatan tanding, pemeriksaan kesehatan dan kebutuhan latihan lainnya. Mana cukup hanya Rp 17,5 miliar,’’ cetus M. Tawing, Wakil Ketua Pengurus Provinsi Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pengprov Pertina) Sulsel.

Hal ini sangat kontras dengan kucuran anggaran pada PON XX Papua 2021 lalu. Saat itu Sulsel hanya meloloskan 226 atlet. Tapi  dibekali anggaran Rp 32 miliar. ”Padahal saat itu anggaran juga diprioritaskan untuk penanganan wabah Covid-19. Kini Covid telah berlalu. Tapi  anggaran malah dialokasikan untuk budidaya pisang yang mencapai ratusan miliar rupiah,” timpal Sri Syahril, Sekum Pertina Sulsel.

Begitu juga pada PON XIX Jawa Barat. Pemprov Sulsel malah menganggarkan lenbih besaar lagi, Rp 80 miliar. Saat itu atlet Sulsel yang lolos PON hanya 321 orang. ”Kalau dilihat alokasi anggara tiga PON terakhir, PON 2024  ini alokasi anggarannya sangat jauh menurun. Di sisi lain kami dibebankan target tinggi, 5 besar nasional. Masuk akal tidak,” pekik Hindriawati Haer, atlet tinju putri peraih medali emas dan petinju terbaik nasional pada Pra PON 2023 lalu.

Karena itu insan olahraga Sulsel berharap Prof. Zudan agar lebih memperhatikan kebutuhan olahraga. Mengingat tahun 2024 ini adalah puncak prestasi olahraga Sulsel selama beberapa PON terakhir.

Aksi damai ini berjalan tertib dan lancar. Para insan olahraga Sulsel berharap besar PJ Gubernur yang baru yang juga seorang karateka akan membawa perubahan positif, terutama dalam mendukung perkembangan dan prestasi olahraga di Sulsel.

‘’Kalau kami berhasil membawa medali yang banyak, maka bendera Sulsel akan berkibar di kancah nasional,” timpal atlet lainnya.

Aksi damai ini bukan hanya sebuah ungkapan kegembiraan atas perubahan kepemimpinan, tetapi juga sebagai seruan bagi pemerintah untuk lebih bijak dalam mengelola anggaran dan memperhatikan semua sektor yang berkontribusi terhadap kemajuan daerah, khususnya olahraga.(riel)

Pos terkait