Pemprov tidak Serius, Sulsel Terancam Batal Ikut PON

Petinju Indonesia asal Makassar, Sulsel Yosua Holy Masihor (sudut biru) melepaskan pukula ke wajah lawan.(FOTO: RIEL)

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR | Pengurus Cabang Olahraga (Cabor), pelatih dan atlet yang jumlahnya ratusan orang mengancam tidak akan mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh – Sumut 2024 jika Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) tidak segera mencairkan anggaran pembinaan dan prestasi yang nilainya Rp 17,5 miliar.

Ancaman tersebut bukan tanpa alasan. Pasalnya hingga pertengahan Mei 2024 tidak sepeserpun anggaran yang diberikan oleh Pemprov Sulsel. Sementara para atlet sejak 2023 lalu sudah melakukan latihan persiapan menuju PON Aceh – Sumut September 2024.

Bacaan Lainnya

Ancaman tersebut disampaikan saat pertemuan  dengan Pengurus KONI Sulsel di aula KONI Jl. St Hasanuddin, Rabu (15/5/2024) sore. Pertemuan yang dihadiri ratusan pengurus cabor dan pelatih, dipimpin Sekretaris Umum KONI Sulsel, Mujiburrahman. Hadir mendampingi wakil ketua dan wakil bendahara umum Herman Hading dan Gaffar Lewa.

“Atlet dibebani target lima besar PON, tapi sampai hari ini belum ada sepeserpun anggaran yang diberikan kepada kami. Di mana logikanya ini pejabat-pejabat Pemprov Sulsel, utamnya PJ Gubernur. Seleranya terlalu  tinggi, tapi ekonomi lemah,” pekik Wakil Ketua Pengprov Pertina Sulsel, Muh Tawing.

“Ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Kita butuh kepastian dan penegasan dari Pemprov Sulsel, khususnya Pj. Gubernur.  Jadi atau tidak Sulsel ikut PON ? Kalau jadi, maka seluruh kontingen Sulsel harus terus berlatih secara maksimal untuk meraih prestasi. Tapi, kalau tidak jadi ikut berpartisipasi di PON, kita bubarkan seluruh kontingen Sulsel yang sduah berlatih sejak akhir 2023 ,” timpal Nuhrawi, Dr. Nukhrawi Nawir, M, Kes. AIFO, Sekum Pengprov Persatuan Sepak Takraw Seluruh Indonesia (PSTI) Sulsel, setengah berteriak.

Hal senada disampaikan Sekum Pengprov Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia IPerkemi) Sulsel, Bonay Syam dan Sekum Pengurus Ikatan Olahraga Dansa Indonesia (IODI) Sulsel.

Ironis memang nasib ratusan etlet dan pelatih dari 43 cabang olahraga (cabor) se Sulsel yang lolos PON. Meski sudah bersusah payah berlatih demi meraih prestasi pada babak kualifikasi di sejumlah cabor pada 2023 lalu, namun keringat dan kerja keras mereka tidak dihargai. Di sisi lain Pemprov Sulsel menuntut agar atlet Sulsel mengukir prestasi setinggi langit demi mengharumkan nama daerah. Namun di sisi lain target tinggi ini tidak dibarengi dengan daya topang anggaran yang memadai.

Salah satu bukti, Pemprov Sulsel hanya mengucurkan Rp 17,5 miliar untuk persiapan menghadapi PON XXI Aceh – Sumut 2024. Sementara jumlah  atlet Sulsel yang lolos PON kali ini 408 atlet. Belum termasuk pelatih yang jumlahnya sekitar 200-an orang dari 43 cabor.

‘’Anggaran sudah minim, tapi belum juga dicairkan. Sementara atlet sudah berbulan-bulan berlatih. Apa maunya ini Pemprov Sulsel,’’ cetus Sri Syahril, Sekum  Pertina Sulsel.

Jika dibandingkan bantuan dana hibah menghadapi PON XX Papua 2021 lalu, anggaran yang disiapkan oleh Pemprov Sulsel kali ini terlalu sedikit. Saat itu jumlah atlet Sulsel di PON Papua hanya 202 orang dari 19 cabor. Namun Pemprov Sulsel  mampu menganggarkan Rp 30  miliar.

Begitu juga pada PON XIX Jawa Barat. Anggaran yang digelontorkan Pemprov Sulsel malah jauh lebih besar, yakni Rp 80 miliar. Jumlah atlet saat itu hanya 321 orang dari 38 cabor dengan jumlah pelatih 116 orang.

Minimnya dana PON, apalagi belum jelasnya bonus atlet berprestasi pada PON 2024 nanti, tentu saja mempengaruhi persiapan para atlet dan pelatih.

”Tentu ini sangat mempengaruhi pembinaan yang kami lakukan selama ini. Ini menunjukan Pemprov Sulsel sangat tidak peduli terhadap kemajuan dan prestasi olahraga di daerah ini,”  tegas Sri, sapaannya.

Para pelatih dan atlet menilai Pemprov Sulsel telah menempatkan olahraga pada posisi paling akhir, dalam alokasi anggaran. Mereka mengaku sangat kecewa dengan keputusan yang mengurangi dana para atlet yang akan berangkat ke PON.

“Dengan kondisi seperti ini, tentu saja sangat mengecewakan. Kalau semua Pengprov cabor kompak, saya bersama ratusan atlet akan mogok latihan dan kami sepakat tidak ikut PON,” pekik para pelatih serentak di dalam aula KONI Sulsel.(riel)

 

Pos terkait