Liga Ramdhan, Magnet Bagi Pemain dan Pelatih Berlabel Timnas

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR | LIGA Ramadhan mungkin satu-satunya  ‘Tarkam’ sepakbola terbesar di Indonesia yang sangat eksis. Kompetisi local ini mulai bergulir sejak 2003 silam. Tahun ini sudah tahun ke 22 dilaksanakan tanpa jeda. Seperti namanya, Liga Ramadhan hanya digelar pada bulan Ramdahan di Makassar.

Kehadiran Liga Ramadan sebagai kompetisi lokal tahunan ini selalu dinantikan oleh masyarakat, terutama penggemar si kulit bundar.

Bacaan Lainnya

Kisahnya berawal ketika para pemain, kebanyakan eks PSM dan eks pemain klub perserikatan asal Makassar serta pemain-pemai amatir. Mereka ‘penghuni’ lapangan Hasanuddin dan Lapangan Karebosi. Saban hari mereka main bola. Mencari keringat di sore hari pada dua lapangan yang terletak di jantung kota Makassar itu. Lalu mereka sepakat menggelar turnamen kecil.

Awalnya, kompetisi ini hanya diikuti peserta yang beranggotakan pemain-pemain amatir seperti yang disebutkan di atas. Mereka mengisi kekosongan kegiatan di bulan Ramadan. Selain pemain amatir, Liga Ramadan biasanya juga diikuti oleh eks pemain PSM era 1980-an hingga 1990-an. Nama tim peserta ketika itu menggunakan nama negara peserta Piala Dunia.

Seiring berjalannya waktu, ada berbagai perubahan dari Liga Ramadan. Mulai tahun 2010, jasa para pemain sepak bola profesional mulai dipergunakan. Sebuh saja nama Ferdinand Alfred Sinaga, Zulkifli Syukur, Abdul Rahman, dan pemain lokal Sulawesi Selatan yang saat itu memperkuat PSM. Hal ini terus bertahan hingga saat ini.

Pos terkait