Liga Ramdhan, Magnet Bagi Pemain dan Pelatih Berlabel Timnas

Pemain dan Pelatih Berlabel Timnas Sampai Pemain Asing

BEBERAPA waktu lalu saat kompetisi resmi di bawah PSSI harus berhenti bahkan ketika belum setengah jalan, kehadiran Liga Ramadan seakan membawa asa bagi stakeholder sepak bola Indonesia.

Bacaan Lainnya

Pesepak bola profesional yang biasanya berlaga di Indonesia Super League (ISL) dan berlabel tim nasional pun memilih ikut kompetisi yang setiap harinya dipadati ratusan hingga ribuan pasang mata ini.

Pertandingan akan semakin ramai ketika tim yang bertanding menghadirkan bintang-bintang muda seperti Evan Dimas Darmono, Paulo Sitanggang, hingga Muchlis Hadi. Pemain yang lebih senior juga ambil bagian. Seperti Jajang Mulyana, Diego Michiels, hingga Zulham Zamrun.

Kehadiran mereka mampu menyedot perhatian penonton yang tak hentinya berdecak kagum menyaksikan aksi bintang lapangan hijau Indonesia dari dekat.

Pemain asli Makassar dan sekitarnya, seperti Syamsul Chaeruddin dan Rasyid Bakri, juga masih sanggup memesona publik di kampung halamannya sendiri. Ronald Fagundez yang pernah membela PSM saat mengarungi musim kompetisi 2003/2004 hingga 2006 pun ikut ambil bagian dengan membela Khaka FC.

Kehadirannya tentu mengobati kerinduan publik Makassar yang sempat mengidolakannya sekitar satu dekade silam.

Tidak hanya pemain, Liga Ramadan juga berhasil menjadi magnet bagi pelatih. Bahkan pelatih sekelas Indra Sjafri pun pernah hadir memeriahkan Liga Ramadan dengan melatih Bina Marga. Nahusam FC juga diarsiteki salah satu pelatih kenamaan, Tony Ho.

Pos terkait