INFOSULSEL.COM, MAKASSAR | Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Perumda (PD) Parkir Makassar Raya, Adi Rasyid Ali blak-blakan mengungkap banyaknya preman di PD Parkir Makassar Raya. Merekalah yang selama ini memainkan retribusi parkir yang menjadi salah satu penyebab terjadinya banyak kebocoran.
‘’Bahkan para preman-preman yang saya sebut ‘kucing garong’ ini lebih berkuasa dari pada para direksi,” tegas Adi Rasyid Ali.
Karena itulah, mantan legislator tiga periode kota Makassar ini akan merombak total pola kerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang kini dipimpinnya.
ARA mengulangi, tak ingin ada oknum tidak bertanggung jawab yang memainkan retribusi parkir. ‘’Dibutuhkan pengawas parkir yang kompeten untuk menertibkan situasi ini. Pengawas di kecamatan jadi ujung tombak. Kalau pengawas bermain dengan jukir maka selesai kita. Akan bocor terus. Ini harus tertib. Nanti ada caranya,” sebut ARA.
Ia mengaku sudah banyak mengetahui masalah yang terjadi di PD Parkir Makassar Raya. Bahkan saat masih menjadi pimpinan DPRD Makassar. Dia kerap menyoroti Perusda yang satu ini karena kinerjanya tidak maksimal.
“Saya 15 tahun di DPRD. Biasa panggil dirut-dirut perusda. Saya tahulah apa yang selama ini terjadi di belakang,” cetus ARA.
ARA menyadari upaya untuk membenahi manajemen PD Parkir Makassar Raya dinilai tidak semudah membalik telapak tangan. Tapi dia sudah berkomitmen untuk membenahi perusda yang satu ini. Utamanya pola kerja.
‘’Pasti ada orang-orang yang tidak senang menerima perubahan ini. Karena kami masuk dengan better management yang lebih baik, tertib, transparan dan modern. Pasti tidak semua senang. Mereka tidak bisa dibiarkan. Yang tidak senang silahkan minggir,” tegas ARA.
Kondisi ini lanjut ARA, akan menjadi tantangan tersendiri. Dia menegaskan komitmennya untuk membenahi internal PD Parkir Makassar Raya.
“Tantangannya, kita akan menghadapi kebiasaan yang susah diubah karena di situ ada dividen, ada target PAD yang harus kita kejar,” tegas ARA lagi.(riel)





