Hal senada dikatakan wakil ketua PP PERTINA. Trinovi Khairani. Ia juga mengaku bangga. Karena kelima atlet binaanya semuanya pulang membawa medali. Masing-masing tiga medali emas, satu perak dan satu perunggu.
‘’Alhamdulillah. Tentu kita bangga. Karena mereka berhasil membangakn bangsa dan negara. Kami berharap kedepannya akan banyak lagi atlet-atlet tinju binaan PERTINA bisa meraih prestasi yang lewbih baik pada kejuaraan internasional,” ujar anggota komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, ini.
Seperti diberikana sebelumnya lima petinju Indonesia binaan PERTINA meriah hasil gemilang di ajang Kejohanan Tinju 4 Penjuru 2025 di Pusat Latihan Kebangsaan, Kompleks Sukan Majelis Negeri Sembilan (MSN), Nilai, Malaysia, 15–19 September 2025,
Mereka adalah Yosua Holy Masihor (54 Kg). Petinju asal Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) ini menang KO ronde pertama atas petinju Malaysia, Najmuddin Bin Abdul Rahman.
Lalu ada dua nama petinju asal jawa Barat, Elizer Gonzales (60 Kg) dan Alvino Caesar (75 kg). Eliser menundukkan petinju tuan rumah, Muhammad Ridzuan Bin Johari dan Alvino menang angka atas Mohd Firdaus Bin Azis.
.
Sementara itu, dua atlet berbagi satu medali perak dan perunggu. Masing-masing Crispinus Wonda asal Bali di kelas 51 Kg dan Reza Midun, asal Maluku Utara di kelas 71 Kg. Kelima atlet didampingi dua pelatih, Dufri Masihor asal Pengprov PERTINA Sulsel dan Vinky Montolalu pelatih asal Pengprov Pertina Jakarta.
Disambut antusias oleh Pengurus Pusat PERTINA membuat para atlet mengaku bangga dan sangat diperhatikan. ‘’Luar biasa penyambutannya. Ini belum pernah terjadi di PERTINA. Benar-benar kami sangat diperhatikan. Mulai dari Pelatnas, hingga kembali ke tanah air,” ungkap Vinky.
‘’Ini sungguh sangat luar biasa,” timpal Midun yang diamini Crispinus, Yosua, Alvino dan Elicer.
‘’Karena atlet sudah berjuang dan memberikan yang terbaik, kita juga tentu harus berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan apresiasi kepada atlet,” kata Hillary.(riel)






