PD Parkir Tawarkan Solusi Tarif Flat di Ruko Diamond

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR | Keluhan masyarakat terkait tingginya tarif parkir di Kompleks Ruko Diamond Ramayana, Panakkukang, direspon serius oleh Pemerintah Kota Makassar. Ada titik terang akan adanya perubahan pengelolaan dan tarif parkir.

Pemerintah Kota Makassar bersama stakeholder terkait tengah mengkaji peluang pengalihan pengelolaan area tersebut dari pihak swasta ke Perusahaan Daerah (PD)  Parkir Makassar Raya. Hal itu terungkap dalam rapat koordinasi yang berlangsung di Balai Kota Makassar, Senin (09/03/2026).

Bacaan Lainnya

Direktur Utama Perumda Parkir Makassar Raya, Adi Rasyid Ali, dengan tegas menyatakan kesiapannya untuk mengambil alih kendali jika mendapatkan amanah resmi dari Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar dan dukungan warga.

Dalam rapat itu, ARA sapaan akrab Adi Rasyid Ali membeberkan bahwa kawasan yang selama ini menjadi area parkir tersebut disinyalir merupakan fasilitas umum (fasum) milik Pemkot Makassar.

‘’Ini akan jadi dasar kuat bagi kami untuk melakukan pentaan secara resmi. Karena itu PD Parkir siap mengelola area parkir di kawasan Kompleks Ruko Diamond

Ramayana jika memang masyarakat menginginkan. Apalagi area tersebut merupakan fasum milik Pemkot Makassar,” tegas ARA.

Menjawab keresahan warga mengenai biaya parkir yang mencekik, ARA menawarkan perubahan skema pembayaran. Jika selama ini pengelola swasta menerapkan metode progresif yang terus bertambah seiring durasi parkir, PD Parkir menjanjikan sistem yang lebih terjangkau.

“Jika diamanahkan, maka kami akan memberlakukan tarif flat. Ini memberikan kepastian biaya bagi pengunjung dan penghuni ruko tanpa perlu khawatir tagihan membengkak,” jelas ARA.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Makassar, Andi Zulkifly menyampaikan, rapat koordinasi ini digelar untuk menyatukan persepsi terkait polemik pengelolaan parkir di kompleks ruko Panakkukang Diamond yang selama ini dikelola pihak swasta.

la mengatakan, persoalan tersebut muncul setelah masyarakat setempat menyampaikan keberatan kepada Pemkot Makassar. Keluhan itu terutama terkait besaran tarif parkir yang dinilai tinggi serta pengelolaan yang dianggap tidak optimal.

Banyak masyarakat di kompleks tersebut menyampaikan keluhan. Pertama karena tarif parkir yang dinilai terlalu mahal, dan kedua karena pengelolaannya dianggap tidak maksimal,” ungkap Andi Zulkifly. (clu)

Pos terkait