Bikin Spanyol Frustrasi, Ini Profil Vozinha, Kiper Cape Verde Berusia 40 Tahun

Vozinha penjaga gawang Cape Verde

AIR  mata pemain berusia 40 tahun itu mengalir usai timnya menahan imbang 0-0 tim favorit juara Piala Dunia, Spanyol.

Tribun Stadion Mercedes-Benz, Atlanta, Amerika Serikat, Senin (15/6/2026) waktu setempat, bergemuruh.  Ribuan penonton pendukung Tanjung Verde, berteriak menyemangati tim mereka. Tanpa henti selama 90 menit. Mereka merayakan hasil imbang itu dengan berpelukan dan menari.

Di lapangan, para pemain berlari saling mendekat. Berpelukan  satu sama lainya. Merayakan kemenangan. Bahkan suporter Spanyol pun ikur terbawa suasana. Saat pertandingan usai, banyak dari mereka ikut merayakan.

Saat melawan Spanyol di laga perdana Grup H Piala Dunia 2026, kiper veteran Vozinha menampilkan performa terbaik sepanjang hidupnya. Dia berhasil menjaga gawangnya tidak kebobolan. Jatuh bangun. Menghalau gempuran lawan. Inilah penampilan paling bersejarah dalam sejarah sepakbola negaranya.

“Saya menangis karena saya dibesarkan oleh kakek-nenek saya,” kata Vozinha setelah dinobatkan sebagai pemain terbaik pertandingan.

“Sayangnya mereka tidak ada di sini. Mereka meninggal beberapa tahun lalu. Mereka adalah segalanya bagi saya, segalanya dalam hidup saya,” kenang Vozinha .

‘’Dan juga karena ibu saya. Dia tidak bisa hadir karena visa. Karena biaya yang harus dibayar untuk visa, mereka tidak punya cukup uang untuk ke sini. Menyaksikan pertandingan ini . Saya ingin dia ada di sini.”

Mimpi sejak saya kecil

Bagi Vozinha, momen ini merupakan hasil dari perjalanan seumur hidup. Lahir dengan nama Josimar Dias, kiper Tanjung Verde itu telah menghabiskan seluruh kariernya mengejar impian tampil di Piala Dunia. Moment itu khirnya terwujud. Datang dengan catatan sejarah.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan