Pertina Gandeng Dua Universitas Ternama di Asia

Wakil Ketua Umum PP Pertina Shelly Miranda bersama Prof. Dr. Kim Ju Young dari Korea dan Prof. Lin Yu Ting perwakilan dari University Chinese Culture University.(DOK)

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR | Pengurus Pusat Persatuan Tinju Amatir Indonesia (PP PERTINA) menggandeng dua tim tinju universitas ternama di Asia. Kedua universitas itu adalah Yong In University Boxing Team, Korea Selatan dan Chinese Culture University Boxing Team, Taiwan. Salah satu tujuan kerjasama ini, membangun masa depan tinju Indonesia dengan mengawinkan semangat olahraga dan akademis baik secara teknis, taktis dan sport science.

Penandatanganan MoU berlangsung di Jakarta Kamis, 16 Juli 2026. Wakil Ketua Umum II, Shelly Miranda mewakili PP Pertina. Sementara dari Korea diwakili Prof. Dr. Kim Ju Young dan Prof. Lin Yu Ting perwakilan dari University Chinese Culture University. Nama terakhir adalah peraih medali emas Olimpiade Paris 2024. Dia turut hadir guna memperkuat sinergi Pertina.

Bacaan Lainnya

“Kerjasama ini setidaknya dapat memberi motivasi dan menstransfer kapasitas dan kualitas atlet di atas ring. MoU ini bukan sekadar seremonial. Ini simbol kepercayaan untuk membangun masa depan tinju Indonesia bisa lebih baik,” jelas Shelly Miranda, Jumat, 17 Juli 2026.

Menurut Shelly kerja sama tripartit ini sangat bangus untuk perkembangan Pertina kedepan. Bahkan perkembangan ekosistem tinju Indonesia untuk bisa naik kelas. Karena mengawinkan semangat olahraga dan akademis.

“Kita bisa belajar teknis, taktis dan sport science dari mereka. Kerja sama dengan Young In University dan Chinese Culture University ini merupakan lompatan besar bagi tinju Indonesia,” kata Shelly.

Tahun depan, lanjut Shelly, Pertina akan mengirim atlet ke Korea untuk training camp bersama petinju-petinju dari berbagai negara. Korea dan Taiwan punya sistem pembinaan usia dini dan sains olahraga yang sangat bagus.

“Melalui MoU ini kami ingin petinju Indonesia tidak hanya kuat secara fisik, tapi juga taktik dan mental bertandingnya. Target kami jelas, meraih prestasi di Olimpiade Los Angeles 2028,” tegas Shelly.

Sementara itu Prof Kim menegaskan komitmen Yong In University untuk menyokong sektor pendidikan dan penelitian bersama Chinese Culture University yang berfokus pada pelatihan internasional dan riset akademis.

Prof Kim mengakui melihat potensi besar dari atlet Indonesia. “Petinju Indonesia punya semangat juang tinggi. Kami siap berbagi pengalaman dan belajar bersama-sama,” katanya.

Akan halnya Chinese Culture University Boxing Team, merles berharap kerja sama ini bisa mempererat hubungan olahraga antara Indonesia dan Taiwan, khususnya melalui pertukaran budaya di luar ring.

Turut hadir pada penandatangan MoU sejumlah jajaran PP Pertina. Di antaranya Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri (Kabid Hublu) Mayjen TNI (Purn) Syachrial Effendihi Siregar, Mayjen TNI (purn) Roni Pasaribu, Vinky Montolalu (Binpres) dan Ucok Sitompul (Komisi Teknis).

Fokus Kerja Sama: Pelatihan dan Pertukaran Atlet

Dalam kerja sama ini, Pertina dan kedua universitas sepakat untuk mengembangkan tinju amatir melalui beberapa program utama:

1. Pelatihan Bersama/Joint Training Camp.
Atlet dan pelatih tinju Indonesia akan mengikuti pemusatan latihan di Korea Selatan dan Taiwan secara bergantian. Sebaliknya, atlet dari Yong In University dan Chinese Culture University juga akan datang berlatih di Indonesia.

2. Pertukaran Pelatih dan Ilmu Kepelatihan
PERTINA akan mengirim pelatih nasional untuk magang dan belajar metodologi pelatihan modern yang diterapkan di Yong In University, yang dikenal sebagai salah satu pencetak atlet tinju dan olahraga bela diri terbaik di Korea.

3. Uji Coba dan Turnamen Persahabatan
Kedua belah pihak akan menggelar pertandingan uji coba rutin untuk memberi jam terbang internasional bagi petinju muda Indonesia sebelum menghadapi event seperti SEA Games dan Olimpiade.(riel)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan