Produksi Melimpah, Harga Beras di Makassar Stabil

Pedagang beras di pasar tradisional.

INFOSULSEL.com, MAKASSAR— Produksi beras di Sulawesi Selatan sejak 2015 lalu melimpah ruah. Ini mempengaruhi harga beras yang cenderung stabil dan dijangkau lapisan masyarakat.

Hal itu terungkap dari hasil survei Humas Kementerian Pertanian di tiga pasar tradisional terbesar di Makassar. Survei  ketersediaan beras itu dilajukan sejak Sabtu-Minggu (29-30/7/2017). Didapat informasi dari pedagang kecil, menegah, dan besar bahwa Sulsel sudah dua tahun sejak awal 2015 sampai saat ini 2017 selalu mengalami surplus produksi beras.

Saudagar beras Hj. Wida di Jalan Tidung mengakui sejak Februari 2017 harga beras cenderung turun. Malah, beras medium kualitas terbaik dari penggilingan dipatok seharga Rp. 8300 perkilogram (Kg). Sedangkan beras medium terendah Rp. 7100 perkg, dan beras premium spesial dijual hanya Rp. 250.000 perkarung dengan berat 25 kilogram (Kg).

Menurut Wida, sebelum 2015, beras di Sulsel memang surplus. Tetapi saat itu permintaan beras dari daerah lain juga tinggi. Akibatnya, harga beras di tingkat pedagang fluktuatif. Ini karena dipengaruhi permintaan beras dari Kalimantan, Maluku dan Papua. Bahkan Sumatera pun membeli dari Sulsel.

Pasar Tradisional Pa’ Baeng_baeng, Pasar Terong, hingga Pasar Daya yang dikunjungi Humas Kementan, juga hampir senada dengan Hj. Wida.

  1. Intan, H. Jamal dan Yazid, agen beras di tiga pasar tradisional terbesar di tiga wilayah berbeda di Kota Makassar, itu juga mengakui produksi beras di Sulsel melimpah rua.

“Kami kewalahan menampung pasokan beras dari daerah karena saat ini sebagian besar daerah penghasil beras baru saja panen raya,” ungkap Hj. Intan

Ketika ditanyakan apakah ada kenaikan harga beras medium dan premium, Hj. Intan menguraikan, “Saat ini, beras premium kualitas spesial pandan wangi hanya dijual Rp. 10.000 perliter, di tingkat eceran sedang beras medium rata-rata dijual Rp. 7000 hingga Rp. 8300 per liter,” katanya.

Daeng Yazid, agen beras di pasar tradisional daya juga mengakui harga beras di Sulsel cenderung menurun. Ia berharap  di petani harga gabah tetap stabil. ”Minimal seperti harga pemerintah Rp. 3700 per kilogram,” harap dia.

Kasus PT IBU di Jakarta diakui para pedagang beras di Makassar tidak berpengaruh di Sulsel. Ia mengakui beras tersebut pernah mau masuk ke Makassar. Karena Sulsel penghasil beras nasional, pedagang luar berpikir. ‘’Mana beras seperti itu laku di Makassar atau Sulsel. Apalagi harganya mahal. Sementara di Makassar beras paling mahal kualitas bagus dan jenis premium spesial hanya Rp. 10.000 per kilogram, paling tinggi Rp. 11.000 per kilogram dieceran,”  jelas Yasid.(ril)

 

Pos terkait