INFOSULSEL.COM, MAKASSAR– Ketua DPC Partai Demokrat Makassar Adi Rasyid Ali menegaskan hadir dalam fit and proper tes yang dilaksanakan oleh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Sulsel bukan sebagai calon Wali Kota Makassar, namun sebagai Wakil Wali Kota Makassar.
ARA, sapaanya tidak maju sebagai calon walikota Makassar karena ia menilai apa yang sudah dilakukan oleh Danny Pomanto selama tiga tahun memimpin kota Makassar sudah sangat bagus.
”Saya harus realistis. Tiga tahun belakangan ini perkembangan kota Makassar sangat maju pesat. Makassar malah jauh lebih baik dibanding kota besar lainnya. Ratusan penghargaan telah diraih. Terakhir Makassar meraih Adipura tiga tahun berturut-turut. Saya kira program Pak Danny ini tinggal dilanjutkan saja. Karena itu saya memutuskan untuk maju sebagai wakil walikota saja,” katanya kepada INFOSULSEL.COM usai mengikuti uji kelayakan, Sabtu (26/8/2017).
ARA mengatakan, maju sebagai Wakil Wali Kota Makassar, bukan tidak paham dengan masalah yang ada di Makassar. Menurutnya, Kota Makassar ini masih membutuhkan pemikiran sosok Danny Pomanto untuk terus berinovasi.
“Dengan inovasi Pak Danny, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Makassar meningkat pesat. Yang paling membanggakan pertumbuhan ekonomi, kebersihan dan pelayanan kesehatan semakin membaik,”katanya.
Maju sebagai wakil, ARA juga bukan tanpa visi -misi. Salah satu misi yang dipaparkan adalah meningkatkan perekonomian masyarakat bawah dengan pola memperbanyak mendirikan UKM dan membangun sektor wisata.
“Makassar selaku gerbang Indonesia Timur sangat sentral. Selain sektor wisata dan jasa, kami akan menjadikan Makassar sebagai kota tujuan pertemuan nasional agar tingkat transaksi semakin meningkat,” katanya.
Sebagai kader dan ketua partai ia yakin Partai Demokrat bakal mengusungnya mendampingi Danny Pomanto di pilwali Makassar 2018 mendatang. “Saya mengawali karir politik saya di Demokrat, saya kader murni Demokrat yang ikut berperan merintis Demokrat di Sulsel. Ini yang membuat saya yakin bisa ini diusung oleh Partai Demokrat,” ujarnya.
Penulis: Wawan
Editor: Anwar





