INFOSULSEL.COM, MAKASSAR— Diam-diam Walikota Makassar Moh Ramdhan Pomanto ternyata sangat rindu ingin bertemu langsung dengan Basdir, salah satu politisi Partai Demokrat yang selama ini sering mengritisi program Pemkot Makassar.
Danny Pomanto, begitu ia kerap disapa mengungkapkan hal itu saat bertemu Basdir di depan pintu ruangan rapat usai menghadiri rapat Paripurna di kantor DPRD kota Makassar, Jumat (18/7/2017) siang.
Saat itu Danny Pomanto hendak menuju ke mobilnya yang di parkir di teras lantai dua. Di depan pintu ruang rapat beberapa angota dewan tengah berkumpul sambil ngobrol lepas. Diantaranya Basdir, Muzakkir Ali Djamil (PKS), dan legislator Nasdem Irwan Jafar.
Seperti biasa DP dengan ramahnya menyapa angota dewan tersebut. Mereka terlibat obrolan terkait program Pemerintah Kota Makassar. Termasuk soal rencana pengadaan mesin menjernih air dari Singapura.
Di sela perbincangan itu DP lalu melontar pujian kepada Basdir yang dinilainya sebagai sosok legislator yang punya daya tarik. “Karena itu saya selalu merindukan Pak Basdir. Tapi sayang Pak Basdir ini tidak pernah sama sekali merindukan saya, tidak tau kenapa,” kata DP tersenyum sambil melirik dan menjabat tangan politisi yang terpilih dari Dapil II meliputi Kecamatan Wajo, Tallo, Bontoala dan Ujungtanah ini.
Basdir pun hanya tertawa kecil diikuti koleganya sesama anggota dewan. DP lalu mengajak Basdir, Muzakkir Djamil, dan Irwan Jafar agar terus bersinergi dengan Pemkot Makassar untuk senantiasa menjaga kebersamaan demi mewujudkan kota Makassar semakin maju.
“Kita tidak bisa mencapai penghargaan, kita tidak bisa mewujudkan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat kalau sinerginitas pemerintah kota dan DPRD tidak terjaga,” kata Danny Pomanto.
Menciptakan pelayanan yang memuaskan bagi masyarakat kota Makassar, lanjut DP, harus dilandasi hubungan yang sehat kepada semua unsur, termasuk seluruh anggota DPRD.
Mendengar penjelasan DP yang begitu bersemangat, Basdir hanya manggut-manggut. Sesekali ia menimpali dan bertanya dan dijawab lugas oleh DP. Termasuk menjelaskan rencana Pemkot Makassar dalam pengadaan mesin pembersih air yang akan dibeli dari Singapura.
‘’Saya sudah lihat sendiri mesinnya saat diujicoba di sebuah universitas di Singapura. Harganya juga murah. Hanya sekitar Rp 4 Miliar. Bayangkan, oli bekas pun bisa bersih dan siap diminum setelah diolah menggunakan mesin pembersih itu. Luar biasa,” jelas Danny.
Penulis : Wawan
Editor : S Syahril





