INFOSULSEL.COM, MAKASSAR– Aktivis Perempuan Seluruh Indonesia mengencam pernyataan Pengamat Hukum Makassar, Prof Marwan Mas yang diucapkan dalam Forum Diseminasi Hasil Survey Anti Korupsi di hotel Fave Panakkukang, Makassar 10 Agustus 2017 lalu. Saat itu Prof Marwan yang menyampaikan penilaiannya terhadap kinerja Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) yang tidak memiliki prestasi akibat kesalahan sejak awal, yaitu tim seleksinya adalah perempuan.
Ucapan yang menyedutkan kredibilits perempuan dalam melakukan seleksi ini mendapat kecamatan dari aktivis perempuan Seluruh Indonesia. Bahkan Marwan yang selama ini sering mendorong kesetaraan gender sudah tidak dianggap lagi. ketokohan dan keceradasa Marwan juga dinilai telah pupus yang menyampaikan pendapat orang lain yang juga tidak jelas dasarnyadan keilmuannya dalam forum resmi.
“apa yang disampikan pak Prof Marwan Mas dalam Forum Diseminasi Hasil Survey Anti Korupsi sangat memojokkan kami. Padahal selama ini perempuan sangat aktif dalam melakukan peran terhadap pemberantasan korupsi,” kata Lusia Pallulungan selaku aktivis Perempuan kepada wartawan dalam Jumpa Pers di Warkop Rumah Independen Jl Todopuli, Makassar, Jumat (11/8/2017).
Lusia menilai, pernyataan Marwan itu sangat diskriminatif dan Marwan sama sekali tidak paham terhadap apa yang dilakukan perempuan dalam pencegahan korupsi melalui organisasi. Lusian menegaskan saat ini telah ada lembaga gerakan saya perempuan antikorupsi (SPAK) yang terus bergerak secara konsisten dan intens dalam pencegahan korupsi.
Selain itu, dia juga menilai pernyataan Prof Marwan sangat arogan dalam membedakan partisipasi laki laki dan perempuan dalam membangun Indonesia. Lusia mengemukakan sebagai narasumber Prof Marwan seharusnya memaparkan secara nyata dibandingkan mengungkap sesuatu yang tidak berdasar pada data yang valid.
“Kami selaku aktivis perempuan menyesalkan pernyataan Prof Marwan. Pesan kami kepada Prof bahwa tanpa perempuan bangsa ini tidak ada dan negara inipun tidak ada. Dia yang melahirkan dan merawat dari awal,” sebutnya.
Adapun kronologis kejadian, ketika adanya pertemuan Diseminasi Hasil Survey Anti Korupsi 2017 di Hotel Fave yang dihadiri tiga orang pembicara. Ketiga narasumber itu, Febri (ICW), Prof Marwan Mas (Akademisi), Asram Jaya (Koord Fik Ornop Sulsel).
Pada pertemuan itu membahas tentang survey nasional anti korupsi yang dilakukan Polling Center. Kemudian dalam pertemuan itu, Prof memberikan penjelasan terkait kinerja KPK.
Prof dalam penjelasanya mengatakan “KPK sekarang tidak punya prestasi, ini kesalahan di awal, karena semua tim seleksinya dulu perempuan, betul toh. Pernyataan itu kemudian membuat reaksi beberapa peserta, terutama para aktivis anti perempuan yang hadir sebagai peserta.
Sementara Prof Marwan Mas yang coba dikonfirmasi tidak dapat memberikan jawaban hingga berita ini dimuat.
Penulis : Anwar





