Susah Payah Menang 1-0,  PSM Akhiri Paceklik

Ferdinand Sinaga berlari merayakan kemenangan sambil membuka bajunya usai mencetak gol ke gawang Mitra Kukar. Sementara bek Mitra Kukar, Saepullah Maulana terduduk di bawah mistar gawang usai gawangnya kebobolan.(foto: ril)

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – PSM Makassar kembali meramaikan persaingan menuju tangga juara Liga 1 2017. Pada pertandingan pekan ke-18 di Stadion Mattoanging, Senin (7/8/201) malam, Juku Eja mampu mengalahkan Mitra Kukar 1-0, meski dengan susah payah.

Penyerang PSM, Ferdinand Sinaga berebut bola dengan bek Mitra Kukar, Jorge Gotor Blas.(foto: ril)

Di sepanjang babak pertama PSM sempat ditahan imbang tanpa gol. PSM akhirnya mencetak sebisi gol penentu melalui sontekan Ferdinand Alfred Sinaga pada menit 83. Itulah satu-satunya gol yang terjadi dipertandingan ini.

Berkat kemenangan itu, PSM naik ke posisi 4 dengan mengumpulkan nilai 31. Sedangkan Mitra Kukar tertahan di posisi 9 dengan nilai 25. Hamka Hamzah dan kawan-kawan hanya selisih empat poin dari Madura United yang berada di posisi puncak dengan 35 poin.

Kemenangan ini mengakhiri paceklik kemenangan dalam empat pertandingan beruntun di Liga 1 2017.  Hasil positif ini juga jadi modal yang baik bagi PSM untuk melakoni tur ke Jawa pada dua laga berikutnya. Persela Lamongan dan Persija Jakarta menjadi lawan berikutnya 12 dan 15 Agustus mendatang.

Kapten PSM, Hamka Hamzah menyundul bola di depan gawang Mitra Kukar. (foto: ril)

Dalam empat pertandingan sebelumnya, PSM hanya mampu meraih dua poin. Itu terjadi ketika ditahan Persiba Balikpapan 2-2 (13/7) dan Barito Putera 1-1 (18/7).

Dua laga lainnya berujung kekalahan dari Bali United 0-3 (23/7) dan Madura United (29/7). Kali terakhir PSM meraih kemenangan kandang pada 9 Juli lalu atas Bhayangkara FC yakni 2-1 pada 9 Juli.

Pelatih PSM, Robert Alberts menilai kemenangan yang diraih berkat semangat juang anak asuhnya yang tidak kendur sampai menit-menit terakhir.  Meski menang tipis namun ia menilai kemenangan ini patut mereka raih.

Soal kepemimpinan wasit, Robert yang selama putaran pertama sering mengkritisi kinerja perangkat pertandingan lokal juga masih belum puas dipimpin wasit asing. Sang mener  menyebut wasit lokal ternyata masih lebih baik dibanding wasit asing.

 

Penulis : Ril

 

Pos terkait