INFOSULSEL.COM, MAKASSAR — Pembantaian masih terus saja terjadi di Myanmar. Ribuan ummat muslim tewas dibantai secara sadis. Bahkan ratusan orang diantaranya tewas terpanggang api.

Dari Makassar, Wakil Ketua DPRD kota Makassar, Adi Rasyid Ali mengutuk keras aksi kekerasan terhadap etnis Muslim Rohingya di negara bagian Rakhine, Myanmar.
‘’Kami meminta pemerintah agar ikut mendesak Myanmar untuk menghentikan segala bentuk kekerasan terhadap ummat Muslim RohingYa di Myanmar. Harus ada tekanan yang lebih keras dari Pemerintah Indonesia terhadap Myanmar,” tegas ARA sapaan Adi Rasyid Ali kepada INFOSULSEL.COM, Sabtu (1/9/2017).
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat kota Makassar ini juga meminta pemerintah Indonesia untuk mendesak PBB memberikan sanksi keras kepada Myanmar atas pembantaian secara keji ini.
Menurut ARA, pemerintah sebaiknya mengevaluasi hubungan bilateral dengan Myanmar jika Myanmar tak kunjung menghentikan kekerasan kemanusiaan tersebut. Politisi Partai Demokrat ini mengkhawatirkan, tindakan pembersihan etnis akan mengancam stabilitas keamanan di kawasan Asia Tenggara.

“Kami tidak ingin aksi kekerasan di Myanmar akan membuat negara-negara ASEAN lain berada dalam kesulitan akibat pengungsi,” kata Adi Rasyid Ali.

Kekerasan mematikan semakin memburuk di negara bagian Rakhine, Myanmar, sejak akhir Agustus. Dalam tiga hari saja sejak Minggu (27/8/2017), ratusan orang tewas dibantai. Bahkan tak sedikit diantara mereka yang dibakar hidup-hidup.
Korban tewas meningkat karena bentrokan bersenjata antara tentara dan militan Rohingya berlanjut, seperti diberitakan kantor berita Perancis, AFP dan media Inggris, The Guardian.
Pemerintah telah mengevakuasi setidaknya 4.000 warga desa non-Muslim di tengah bentrokan yang berlangsung di Rakhine barat laut. Ribuan Muslim Rohingya melarikan diri ke Banglades.
Penulis : Aril





