Enam Legislator Makassar Bersedia Dampingi Danny, ARA Paling Berpeluang

INFOSULSEL.COM,  MAKASSAR– Power calon petahana Wali Kota Makassar, Ramdhan Pomanto pada Pemilihan Wali Kota Makassar 2018 mendatang semakin sulit terbendung oleh kandidat lain. Tidak tanggung-tanggung enam legislator dua periode di DPRD Makassar menyatakan keinginannya menjadi wakilnya.
Enam legislator dari berbagai partai politik memiliki kekuatan secara finansial dan politik. mereka adalah Ketua DPC Demokrat Makassar, Adi Rasyid Ali(Ara), Ketua DPD PAN Makassar, Hamzah Hamid, dua legislator PKS yakni Muzakkir Ali Djamil dan Iqbal Djalil, Sekrterais DPD II Golkar Makassar, Abdul Wahab Tahir, Ketua Fraksi Gerindra, Amar Busthanul .

Menurut Pengamat Politik UIN Makassar, Firdaus Muhammad, dari enam kandidat itu, nama Adi Rasyid Ali yang juga Pimpinan DPRD Makassar dinilai paling berpeluang untuk mendampingi Danny Pomanto menggantikan Syamsu Rizal pada Pilwalkot mendatang.

Firdaus Muhammad menilai  peluang ARA untuk mendapingi Danny sangat terbuka. Menurut dia, Demokrat dengan Danny sangat dekat, sebab merupakan partai pengsung pada Pilwalkot lalu bersama dengan Syamsu Rizal. Peluang ARA, lanjut dia Jika Syamsul Rizal ingin maju pada posisi Wali Kota alias kosong satu  dan ingin lagi bersama dengan Danny, maka Adi Rasyid Ali yang pas menggantikan Ical  dari kader internal Partai Demokrat.

Bacaan Lainnya

“Jika Ical (sapaan Syamsu Rizal) tidak berpaket Danny, maka ARA dari internal partai Demokrat yang berpeluang dari seluruh nama calon wakil yang mencuat saat ini, termasuk lima legislator di Makassar,”  kata Firdaus Muhammad belum lama ini.

Firdaus juga menilai dalam karir politik ARA tidak terlalu banyak neko-noko, (alias kepentingan) sehingga itu dapat menjadi penilaian Danny Pomanto menggandengnya sebagai wakil. Namun terlepas dari itu, ARA yang memiliki keluarga besar jadi pertimbangan utama,”jelasya.

Sementara itu, Amar mengaku telah melakukan komunikasi di internal partainya meski belum secara formal. “Kalau dikatakan siap dampingi Pak Danny, pasti saya siap. Soal partai, saya juga sudah membangun komunikasi secara person dengan struktur partai,” kata Amar.

Amar juga bersedia disurvei untuk melihat peluangnya mendampingi Danny., sebab dia tidak ingin gegabah dan tetap realistis melihat peluang kemenangan.

“Selain kemanangan adalah visi dan misi yang sama. Makanya sebelum ada keputusan, kita harus ada pertimbangan rasional. Makanya saya siap untuk di survei, baik Gerindra maupun di internal partai,” ucapnya.

Tidak hanya itu, Amar secara gamblang membeberkan telah melakukan komunikasi dengan Ketua DPD Gerindra, Idris Manggabarani (IMB). Kendati, komunikasi itu hanya dilakukan secara informal.

“Saya sudah membangun komunikasi dengan Pak Ketua, meski belum secara resmi melalui jalur partai. Makanya, dalam waktu dekat saya akan tindak lanjuti. Tapi hasilnya ada ‘lampu hijau’,” tutur legislator DPRD Makassar dua periode ini.

Sebelumnya, Abdul Wahab Tahir pun menyampaikan tekadnya mendampingi Danny di Pilwalkot. Sekretaris DPD II Golkar Makassar itu mengaku siap berkontestasi di Pilkada Makassar mendatang. Dia mengaku realistis untuk posisi 02 (calon Waki Wali Kota), itu pun hanya mendampingi Wali Kota petahana, Moh Ramdhan “Danny” Pomanto.

“Kan ada survienya Golkar dan Survei Pak Danny sendiri, tidak usah menitip – nitip hasil survei segala. Kalau masyarakat menginginkan, saya akan maju, tapi kalau tidak, tau dirilah saya,” katanya.

Empat legislator lainnya bahkan sudah jauh-jauh hari melakukan sosialisasi agar dapat meningkatkan popularitas dan elektabilitas sebagai modal bisa dipinang Danny di Pilwalkot.

Sebelumnya Moh Ramdhan Pomanto mengaku, tengah melakukan survei terhadap sejumlah nama yang diperispkannya untuk berpaket di Pilwalkot, beberapa nama tersebut berasal dari kalangan politisi, birokrat dan pengusaha.

“Kita lihat hasil survei nanti, siapa yang diinginkan masyarakat. Selain mengacu pada survei tentu petimbangan lainnya adalah kedekatan emosional dengan figur-figur yang ada,”katanya.
Penulis : Herman 
Editor : Anwar

Pos terkait