Kepala BIN Diterpa Isu Miring, Dari Pilgub Papua Sampai Pembelian 5.000 Senpi

Ka BIN, Kapolri, Gubernur Papua, Irjen Paulus.

INFOSULSEL.COM, JAKARTA — Kepala Badan Intelijen Negara Jenderal Budi Gunawan menjadi sorotan dalam beberapa pekan terakhir ini. Setidaknya ada dua kabar miring yang menyeret namanya.

Pertama terkait pertemuannya dengan Gubernur Papua Lukas Enembe. Pertemuan yang berlangsung di rumah Budi, bilangan Jakarta Selatan, diduga membahas soal pemenangan Joko Widodo dan PDIP pada Pemilu 2019. Kabar miring itu tersebar melalui pesan berantai Whatsapp yang mencatut nama Panglima TNI.

Bacaan Lainnya

Dalam pesan yang tidak jelas sumbernya itu, terlampir foto Budi Gunawan, Lukas Enembe, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, dan Kapolda Sumut Irjen Paulus Waterpauw, putra Papua yang beberapa waktu lalu menyatakan akan maju Pilgub Papua.

Screen Capture aplikasi obrolan itu juga menuliskan, sebagai timbal balik dukungan Lukas, polisi akan menghentikan masalah hukumnya. Lukas pernah dimintai keterangan Bareskrim Polri terkait kasus dana beasiswa pada 2016 akhir Agustus lalu. Status Lukas masih sebatas saksi.

Kabar itu pun dibantah Polri dan Lukas. Keduanya membenarkan ada pertemuan di rumah Budi Gunawan pada awal September. Tapi tidak ada pembahasan soal Pemilu 2019.

Menurut Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Rikwanto, pertemuan itu membahas kondisi Papua pascapilkada 2017 dan pengamanan untuk pilkada 2018. “Itu koordinasi keamanan. Polri membantah kabar di media sosial yang menyebutkan bahwa terjadi deal politik terkait Pilkada Papua,” kata Rikwanto seperti dikutip kumparan.

Pernyataan senada juga dilontarkan Lukas. Sedangkan Budi Gunawan tidak menanggapi sama sekali masalah ini.

Kemudian, nama Budi Gunawan kembali terseret dalam dugaan pembelian 5.000 pucuk senjata ilegal. Masalah ini mencuat setelah Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengatakan ada orang yang mencatut nama Presiden Jokowi untuk mengimpor senjata.

Informasi tersebut disampaikan saat silaturahmi keluarga besar TNI di markas besar TNI di Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (22/9) pekan lalu.  Hadir di acara itu Wakil Presiden RI ke-6, Try Sutrisno, Ketua umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, Pangkostrad Letjen Edy Rahmayadi, Mantan Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso, Mantan Panglima TNI, Endriartono Sutarto dan Widodo AS.

Ucapan Gatot tersebut sebenarnya bukan untuk dikonsumsi publik. Namun rekamannya terlanjur beredar luas. Dalam Kejurnas Karate Piala Panglima TNI ke-V di Mabes TNI, Minggu (24/9), Gatot membenarkan ucapannya. Namun dia enggan memberikan komentar. “Benar 1.000 persen itu omongan saya. Tapi saya tidak menyampaikan rilis makanya saya tidak perlu menanggapi,” kata Gatot di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur.

Polemik ini akhirnya diklarifikasi oleh Menkopolhukam Wiranto pada hari yang sama. Wiranto menyebut ada masalah komunikasi. Pemesanan itu memang ada, hanya sebanyak 500 pucuk. Itu dipesan BIN untuk sekolah intelijen. Senjata dipesan di Pindad setelah mendapat izin Mabes Polri.

Meski demikian, klarifikasi hanya keluar dari mulut Wiranto. Budi Gunawan lagi-lagi bungkam ketika namanya terseret isu miring itu.

 

Penulis : Aril/dbs

 

 

Pos terkait