Timnas Indonesia U-18 vs Brunai Darussalam : Hidup atau Mati

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR — Timnas U-18 Indonesia akan melakoni laga hidup mati menghadapi Brunei Darussalam di pertandingan terakhir grup Piala AFF U-18 di Stadion Thuwunna, Myanmar, Rabu (13/9/2017) pukul 16.00 WITA.

Pelatih Indra Sjafri tampaknya mengubah komposisi pemainnya. Tidak seperti saat menghadapi Vietnam di laga sebelumnya. Ia mempercayakan Aqil Savik untuk menjadi penjaga gawang. Sektor pertahanan diperkuat kuartet Kadek Raditya, Rachmat Irianto, Dedi Tri, dan Samuel Christianson.

Trio gelandang diemban M Luthfi Kamal, Witan Sulaeman, dan Asnawi Mangkualam. Feby Eka Putra, Egy Maulana Vikri, dan M Rafli Mursalim bakal menjadi ujung tombak untuk merobek gawang Brunei Darussalam.

Tak ada jalan lain bagi tim asuhan Indra Sjafri untuk lolos ke babak semifinal kecuali memenangkan laga itu. Catatan lainnya, Myanmar imbang atau kalah dalam laga pamungkas menghadapi pemuncak klasemen sementara, Vietnam.

Bentrokan Vietnam lawan Myanmar juga akan berlangsung di Stadion Thuwunna, setelah pertemuan Indonesia kontra Brunei.

Egy Maulana Vikri dan kawan-kawan harus lebih dulu bangkit secara mental setelah menelan kekalahan telak 0-3 dari Vietnam.

Di atas kertas, Garuda Nusantara punya peluang besar menaklukkan Brunei Darussalam. Lini pertahanan Brunei Darussalam terbilang rapuh jika menengok selisih gol yang minus 13.  Dari 3 pertandingan terdahulu di turnamen ini, Brunai  pernah menang tipis 3-2 atas Filipina.

Indonesia juga pernah merasakan pengalaman pahit takluk dari Brunai. Itu terjadi saat timnas U-21 Indonesia gagal membawa pulang trofi Sutan Hassanal Bolkiah 2012 karena menyerah 0-2 dari Brunai Darussalam di partai final. Kala itu, Andik Vermansyah dan kawan-kawan mengontrol jalannya pertandingan tapi gagal mencetak gol.

Indonesia justru kewalanan menghadapi serangan balik tuan rumah hingga Brunai mencetak gol melalui Muhammad Aminudin dan Adi Bin Said.

 Berikut line Indonesia

 Savik, Kadek Raditya, Rachmat Irianto, Dedi Tri, Samuel Christianson, M Luthfi Kamal, Witan Sulaeman, Asnawi Mangkualam, Feby Eka Putra, Egy Maulana Vikri, M Rafli Mursalim.

 Penulis : Aril

 

 

Pos terkait