INFOSULSEL.COM, MAKASSAR–Ketua Harian Komisi Penanggulangan HIV AIDS (KPA) Makassar, Syamsu Rizal mengungkapkan, jumlah penderita Human Immunodeficiency Virus Infection and Acquired Immune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS) di Kota Makassar mengalami peningkatan.
“Tahun ini, penderita HIV/AIDS mengalami peningkatan. Yakni 6496 di 2016 naik menjadi 6749 di 2017. Berarti ada peningkatan sebanyak 253 orang,” ungkap pria yang akrab disapa Deng Ical ini pada saat pemaparan materi, kamis (5/10/2017).
Wakil Wali Kota Makassar ini menambahkan, informasi tersebut berdasarkan data yang dihimpun Komisi Penanggulangan HIV AIDS (KPA) Kota Makassar dalam periode waktu 2017. Adapun peningkatan ini dipengaruhi hubungan seks tanpa menggunakan kondom, pemakaian jarum suntuk dan seks sesama jenis.
“HIV sekarang itu 6749. Ada peningkatan jumlah namun sangat moderat, peningkatannya akumulatif dari tahun sebelumnya,” jelasnya.
Sedangkan untuk kematian penderita HIV/AIDS. Deng Ical menyatakan, berkat pengobatan antiretroviral yang diterapkan, jumlahnya mengalami penurunan. Diketahui antiretroviral merupakan pengobatan untuk perawatan infeksi oleh retrovirus, terutama HIV. Kombinasi beberapa obat antiretroviral diketahui sebagai terapi antiretroviral yang sangat aktif (HAART).
“Di tahun 2016, tercatat ada 40 penderita yang meninggal dunia. Tapi dengan terapi antiretroviral, tahun ini jumlahnya jauh berkurang, yakni hanya 17 orang saja,” tutupnya.
Penulis : Herman/Desi
Editor : Anwar





