INFOSULSEL.COM, MAKASSAR– Kepala Inspektorat Makassar, Zainal Ibrahim mengaku pihaknya belum melakukan verifikasi fasum-fasos yang dikuasi oleh oknum tertentu dalam hal ini yang telah diperjual belikan atau dipersewakan.
Hanya melakukan pencocokan data 491 pengembang yang belum menyerahkan kewajibannya kepada Pemkot Makassar atas rekomendasi yang dikeluarkan BPK Perwakilan Sulsel untuk diverifikasi ulang.
Inspektorat sendiri pun melakukan pencarian melalui beberapa metode pemeriksaan, diantaranya verifikasi kelengkapan dokumen site plan dan pengecekan lokasi perumahan. Kemudian pengamatan di lokasi serta penelusuran melalui bantuan aplikasi google earth.
Dari hasil pemeriksaan tersebut, Inspektorat menemukan kurang lebih 26 data pengembang yang tidak didukung dengan bukti site plan dan terdapat 8 site plan yang belum tercantum dalam daftar site plan.
Dan dari 465 data site plan yang terlah diverifikasi inspektorat, terdapat 321 data tidak lengkap mencantumkan keterangan. Serta tidak mencatat data site plan yang sesuai dengan kondisi yang sebenarnya.
“Ini hasil verifikasi dokumen site plan,” terang Zainal, Sabtu (7/10/2017).
Sementara pemeriksaan melalui hasil pengecekan lokasi perumahan metode uji petik 61 data site plan, kata dia terdapat pengembang yang saat ini sudah tidak diketahui keberadaannya, kemudian beberapa lokasi perumahan yang saat ini masih sementara melakukan pembangunan.
Selanjutnya ditemukan data pengembang yang telah beralih menjadi hotel, bahkan ada ruas jalan yang digunakan untuk kepentingan pribadi. Dan perumahan Griya Daya Permai saat ini menjadi dua perumahan dengan menggunakan site plan yang sama. Dari data 61 site plan tersebut, hasil pemeriksaan paling banyak ditemukan di Kecamatan Panakkukang, Rapoocini, Manggala dan Tamalanrea.
“Hasil konfirmasi dengan salah satu warga ada lahan yang awalnya diperuntukan sebagai taman dibanguni dua unit rumah. Tapikan perlu kita perjelas dulu karena baru kondisi fisik kita lihat, apakah alas haknya benar, kan perlu klarifikasi lebih lanjut. Karena inikan baru pemeriksaan inspektorat nanti dinas teknis akan lihat disitu, mereka kan buat IMBnya,” ucap Zainal.
Untuk itu hasil pemeriksaan ini akan menjadi rekomendasi oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Terpadu untuk melakukan verifikasi. Termasuk melakukan pengecekan hasil pemeriksaan melalui google earth yang berhasil menemukan 333 lokasi perumahan dari 430 site plan. Selebihnya kurang lebih 97 data site plannya tidak diketahui lokasinya.
“Dari 97 itu kami masih kita cari, karena site plan yang dikasih fotokopian, mungkin tidak jelas teman-teman lihat. Nanti kita suruh teman-teman cari aslinya, memang ada juga disitu tidak ditulis alamatnya. Kalau ada tertulis gampang biar dicari melalui google earth,”jelasnya.
Penulis : Wawan
Editor : Anwar





