INFOSULSEL.COM, MAKASSAR- Tak bisa dibayangkan apa yang dirasakan oleh Asrudi. Anak berusia 15 tahun ini tergolek lemas di ranjang rumah sakit akibat tumor di perut yang dideritanya.
Asrudi tak bisa leluasa bergerak. Ia tak bisa lagi bermain bersama teman-teman sebayanya. Badannya kurus dengan perut membuncit. Ia hanya bisa berbaring di tempat tidur sambil menahan rasa sakit.
Ya, Asrudi harus berjuang meneruskan hidupnya melawan tumor ganas yang menderanya. Sejak sakit Asrudi sama sekali tak pernah mendapat perawatan memadai.
Perhatian Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah Sulawesi Barat (Sulbar) pun tak pernah ada. Padahal bersama ayahnya yang renta sudah berpulu-pulu kali bolak-balik ke rumah sakit di Mauju Tengah, Sulawesi barat (Sulbar).
Karena tak mendapat perhatian serius berbekal kartu BPJS dan rujukan dari sebuah puskesmas kecil di pelosok desa yang jadi kampung halamannya mereka berdua ke Makassar.
Untunglah sekelompok Mahasiswa Asal Mamuju Tengah yang tergabung dalam Komunitas Armando mau peduli. Kondisi Asrudi diketahui pertama kali saat volunteer Komunitas Armando mengunjungi Rumah Sakit Umum (RSU) Wahidin Sudirohusodo, Sabtu (25/11/2017) sekitar pukul 10:00 WITA. Saat itu ia tengah meringis kesakitan dengan perut semakin membengkak.
Merasa prihatin, kelompok mahasiswa ini pun berinisiatif melakukan penggalangan dana dengan cara sederhana. Sabtu malam mereka turun ke jalan di Jalan Bulevar Panakkung. Satu persatu mereka datangi pengendara yang tengah menghentikan kendaraanya di traffic light.
Namun upaya yang dilakukan Komunitas Armando belum cukup untuk mengumpulkan dana demi membiayai Asrudi.
Nasib Asrudi memang cukup memprihatinkan. Di tengah keterbatasan ekonomi, dan sakit yang dideritanya memkasa keluarganya harus meminta makan di tetangga rumahnya.
Yang lebih ironis lagi Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah seakan menutup mata. Sibuk dengan agenda politik mengejar tampuh kekuasaan yang sebentar lagi akan berakhir. Di sisi lain ada warganya yang tengah bertaruh nyawa karena tak punya biaya.
Sejak sakit, Asrudi sama sekali belum pernah mendapat bantuan dari Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah, Sulbar. Menurut sang ayah, Asrudi sebenarnya pernah berobat di Rumah Sakit Mamuju Tengah. Tapi, karena tidak memiliki biaya, Ayah Asrudi tidak dilayani dengan baik. Ia terpaksa dipulangkan ke rumahnya dan tidak melanjutkan pengobatan.
‘’Terpaksa keluarganya membawa pulang dan dirawat seadanya di rumahnya,” ujar Uppy, Penanggung Jawab Komunikasi Armando.
Keluarga Asrudi kini hanya bisa pasrah. Ia Badannya kurus dan perutnya membesar.
Penulis : Herman
Editor : Aril





