INFOSULSEL.COM, TAKALAR– Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang, Iskandar, menjelaskan Bendungan Pammukkulu di Kabupaten Takalar memiliki daya tampung 82,7 juta meter kubik.
Hal itu dijelaskan Iskandar .Rabu (15/11/2017) di kantor Bupati Takalar. “Bendungan Pammukkulu ini akan menjadi waduk terbesar ketiga di Sulsel setelah Bilibili dan Passeloreng,” ungkap Iskandar.
Secara manfaat, bendungan ini akan mengairi irigasi seluas 6.430 hektare. Selain itu, juga bisa memberikan daya PLTA 25 MW dan mampu mengendalikan banjir 430 meter kubik per detik, dan menyediakan air baku.
Sebagai penyedia jasa, pekerjaan Bendungan Pammukkulu dibagi dua kegiatan. Paket pertama akan dikerjakan PT Wijaya Karya dengan nilai kontrak Rp 852 miliar lebih, dan paket dua dikerjakan PT Nindya Karya dengan kontrak Rp 842 miliar lebih.
“Sementara, supervisi nilai kontraknya Rp 53 miliar,” sebut Iskandar.
Ia menambahkan, pengerjaan Bendungan Pammukkulu dilakukan setelah mendapat persetujuan multiyears dari Kementrian Keuangan pada Oktober lalu. Totalnya mencapai Rp 1,7 triliun.
“Tanah yang harus dibebaskan untuk pengerjaan bendungan ini sekitar 640 hektare,” katanya.
Sementara, Kepala Pusat Bendungan mewakili Dirjen Sumber Daya Air Kementrian Pekerjaan Umum, Ni Made Sumiarsih, mengatakan, ada 65 bendungan yang dibangun di seluruh Indonesia. Bendungan Pammukulu merupakan satu dari sembilan bendungan yang dilaksanakan tahun ini.
“Bendungan Pammukulu ini merupakan yang pertama dilakukan penandatanganan kontrak kerja di seluruh Indonesia, dari sembilan bendungan yang dimulai tahun 2017 ini,” ujarnya.
Ia menambahkan, pembangunan Bendungan Pammukkulu akan dilaksanakan hingga tahun 2021. Ia meminta dukungan semua pihak dan berharap pekerjaan ini tepat waktu.
Penulis Herman
Editor : Aril





