INFOSULSEL.COM, TAKALAR – Sebanyak 50 mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM) menjalankan program Kuliah Kerja Nyata Pemberdayaan Pembelajaran Masyarakat (KKN PPM) di Kabupaten Takalar, 13 Juli hingga 10 September 2018.
Bertemakan, “Pemberdayaan Masyarakat Melalui Peningkatan Kualitas Produk Pertanian dan Perikanan,” ke-50 mahasiswa tersebut disebar ke lima Kelurahan/Desa di Kecamatan Galesong Utara, yakni Desa Aengtoa, Desa Aengbatubatu, Desa Sampulungan, Desa Bontosunggu, dan Kelurahan Bontolebang.
“Daerah pesisir pantai yang masyarakatnya bermatapencaharian sebagai nelayan dan petani menjadi sasaran program KKN PPM ini. Harapannya, daerah tersebut menghasilkan produk makanan home industry kemasan yang bernilai jual sehingga meningkatkan pendapatan masyarakat,” ungkap Dosen Pembimbing Lapangan, Mohammad Junaedy Rahman, saat dihubungi redaksi INFOSULSEL.COM, Minggu (2/9/2018).

Dosen Fakultas Teknik UNM ini mengaku, produk makanan home industry kemasan tersebut akan diminati karena Kecamatan Galesong Utara sangat strategis.
“Galesong Utara berada di poros Takalar-Makassar dan terdapat banyak spot wisata di sepanjang jalan. Dengan alasan tersebut, produk olahan dapat dijadikan buah tangan bagi wisatawan ataupun orang yang melintasi daerah tersebut,” beber dosen jurusan Teknik Sipil ini.
Lebih lanjut, Junaedi mengutarakan ada empat produk kemasan yang dihasilkan dari program KKN PPM ini.
“Abon ikan tongkol kemasan, Nuget ikan tongkol kemasan, Keripik tude, dan Mie kemasan bervitamin dari daun bayam, sawi, dan kelor, menjadi produk utama yang dihasilkan dari KKN PPM ini,” ujar pria kelahiran Bone ini.

Selain itu, ada beberapa program kerja yang dilakukan 50 mahasiswa KKN PPM di Kecamatan Galesong Utara, seperti penyuluhan bahaya penyakit menular, dakwah islamiah, pelatihan tari dan busana, dan lain sebagainya.
Penulis: Adriyan.





