Kompetisi Bola Basket Putri Srikandi Cup Dimulai dari Makassar

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR — Kompetisi bola basket putri kasta tertinggi, Srikandi Cup, musim 2017-2018 mulai bergulir. Makassar menjadi tempat penyelenggaraan seri pertama.

Kompetisi ini digelar empat seri. Dimulai di Lapangan Basket Flying Wheel Makassar, 27 November sampai 2 Desember. Tiga seri lainnya akan berlangsung di Surabaya, Jakarta, dan Cirebon sebagai tuan rumah babak play off serta final.

 

Mantan pebasket nasional di era 80-an dan pembina klub Flying Wheel Makassar, Arlan Winarso.(FOTO: ARIL

Ajang basket putri ini diramaikan delapan tim yang dibagi dua pool.  Di pool A ditempati Surabaya Fever, Merah Putih Samator Jakarta, Tanago Friesan Jakarta dan GMC Cirebon.

Sementara di pool B diisi empat tim lainnya yakni Merpati Bali, Tenaga Baru Pontianak, Sahabat Semarang dan Flying Wheel Makassar sebagai tuan rumah.

Koordinator Srikandi Cup, Deddy Setiawan, menjelaskan kompetisi ini akan menyajikan 80 pertandingan yang dimulai dari kota Makassar.

‘’Makassar dipilih menjadi tempat menggelar seri pembuka sebagai bentuk penghargaan kepada Flying Wheel yang tengah merayakan ulangtahunnya yang ke 69,” jelas Deddy yang didampingi bos Flying Wheel, Alan Winarso pada sesi jumpa pers di markas Flying Wheel, di Jalan Layya 107,  Makassar, Minggu (26/11/2017).

Pelatih Flying Wheel Makassar, Suharto Sudarju.(FOTO: ARIL)

Peserta Srikandi Cup menyambut antusias gelaran ini. Khususnya Flying Wheel yang bertindak sebagai tuan rumah seri pertama.

‘’Kami sangat senang dengan digelarnya Srikandi Cup ini. Semoga bisa melahirkan pebasket putri nasional dari Makassar,” kata pengelola klub Flying Wheel, Along yang juga mantan pebasket nasional di era 80-an.

Meski hanya finis di urutan buncit musim lalu, musim ini Flying Wheel bertekad bisa berprestasi lebih baik lagi. “Setidaknya musim ini kita bisa memperbaiki peringkat klasemen. Kami optimis bisa finis di posisi lima klasemen akhir ,” timpal head coach Flying Wheel, Suharto Sudarju.

Meski bertindak sebagai tuan rumah namun Suharto bersikap realistis dalam menyikapi peluang. Apalagi skuadnya didominasi pemain-pemain baru.

Tidak hanya itu. Beberapa lawan yang akan dihadapi di pool B juga dihuni pemain-pemain Timnas Indonesia yang memperkuat Indonesia di SEA Games.

Di Merpati Bali, misalnya ada tiga pemain timnas. Termasuk  dua lainnya di Sahabat Semarang.

“Untuk bisa mencapai target, kami fokus memperbaiki kualitas permainan termasuk skill individu. Sebagai tuan rumah kami pasti selalu optimis bisa meriah hasil yang ebih baik disetiap laga,  terlepas dari persoalan menang atau kalah ,” timpal Nana, salah satu pemain andalan tuan rumah.

Nana tetap menaruh asa yang tinggi. Ia juga berharap dari kompetisis ini ada pemain Makasar yang dilirik masuk Timnas. ‘’Salah satu kebanggaan pemain ketika bisa tampil membela negara di event internasional,” katanya.,

Hal senada dikatakan Arlan Winarso, anak pendiri klub Flying Wheel. Pria berusia 66 tahun ini  berpesan kepada anak binaanya agar bisa meraih prestasi maksimal dan bermain penuh semangat.

‘’Sejak berdiri 69 tahun lalu kami selalu konsisten membina pemain muda. Kami selalu mengarahkan pemain untuk menjadi manusia yang baik secara utuh. Perkara menang dan kalah dalam olahraga itu hal yang biasa. Tapi di pertandingan saya mau pemain harus berjuang keras sekuat tenaga,” kata eks pemain timnas di era 80-an ini.

 

Penulis : Aril

Pos terkait