INFOSULSEL.COM, MAKASAR – Matahari belum menampakkan sinarnya ketika perahu yang ditumpangi Amir Daeng Tobo, warga Kecamatan Sangkarang ‘berlayar’ menuju dermaga Kayu bangkoa, Rabu (29/11/2017). Saat itu jam baru menunjukan pukul 05.00 Wita.
Sekitar satu jam sejumlah perahu tiba. Rombogan Amir Daeng Tobo yang mengenakan baju warna orange tidak langsung ke Lapangan Karebosi. Mereka istrahat sejenak sambil menikmati songkolo dan kopi hangat yang ada di warung Dermaga Kayu Bangkoa.
Usai sarapan rombongan dari pulau seberang ini memisahkan diri. Ada yang ke Lapangan Karebosi dan ada pula yang ke rumah pribadi sang petahana calon walikota Makasar, Moh Ramdhan Pomanto di Jalan Amirullah. Mereka bergabung bersama warga lainnya, para relawan sebelum sama-sama mengantar pasangan DIAMi ke Hotel Max-One di Jalan Taman Makam Pahlawan.

Di rumah mewah itu sudah dipadati ribuan simpatisan. Mereka datang dari 15 kecamatan yang ada di kota Makasar. Begitu juga di Lapangan Karebosi dan di Halaman Hotel Max-One. Daeng Tobo mungkin warga yang paling jauh. Ia dan sekitar 100-an kerabatnya nekad ‘menyeberang pulau’ dari Kecamatan Sangkarang, kecamata baru di sebelah utara kota Makassar untuk ikut mengantar pasangan DIAmi mendaftar di KPU.
Di Kecamatan paling bungsu di Makassar ini ada tiga pulau yang tergabung di dalamnya; Pulau Pulau Kodingareng, Pulau Barrang Caddi, dan Pulau Barrang Lompo. Kecamatan yang dipimpin Firnandar Sabara ini resmi menjadi kecamatan ke-15 pada 2016 lalu. Sebelu,nya tiga pulau yang masuk dalam wilayah ini adalah wilayah administrasi Kecamatan Ujunghpandang.
Daeng Te’ne, begitu nama warga lainnnya dari pulau seberang itu. Warga Barrang Lompo ini nekad datang bersama puluhan warga lainya demi mengantar pasangan DIAmi ke tempat pendaftaran jalur perseorangan di Hotel Max-One.
Warga yang hidup sebagai nelayan ini mengaku datang sejak pukul 07.00 Wita. Ia bersama suami yang juga nelayan dan dua anaknya menggunakan perahu lengkap dengan bendera bergambar Danny-Indira.
‘’Kami datang sukarela. Tidak ada memaksa atau menyuruh. Kami tahu kalau Pak Danny mau maju walikota itu dari mulut ke mulut. Kami semua ingin Pak Danny jadi walikota lagi,” ujar Malik Daeng Narang, warga Pulau Kodingareng yang juga datang bersama puluhan tetanganya.
Pasangan calon Wali Kota Makassar dan wakilnya, Danny Pomanto-Indira Mulyasari Paramastuti (DIAmi), resmi mendaftar melalui jalur perseorangan, (29/11/2017).
Saat tiba di Hotel Max One, Jalan Taman Makam Pahlawan yang dijadikan oleh KPU Makassar sebagai markas pendaftaran jalur perseorangan, DIAmi sudah ditunggu ribuan warga lainnya.
Warga Makasar dari 15 kecamatan ini datang sejak pukul 10 pagi. Meski hujan mengguyur mereka tetap setia menunggu pasangan DIAmi yang datang sekitar pukul 14.00 WITA.
Tidak hanya di Jalan Amirullah, kediaman Danny Pomanto, ribuan warga juga menunggu di Tribun Upacara Lapangan Karebosi.
Rombongan DIAmi bersama 22 truk yang mengangkut ratusan boks berisi lebih 200 ribu foto copy KTP warga meninggalkan kediaman Danny Pomanto usai shalat Duhur.
Dari Jalan Amirullah, pasangan DIAmi yang menggunakan mobil warna hitam DD 4 NN menuju Lapangan Karebosi. Perjalanan dilanjutkan ke Jalan Taman Makam Pahlawan, Panaikang.
Tiba sekitar pukul 14.30 Wita DIAmi disambut ribuan warga. Hujan gerimis yang turun saat itu tak menyurutkan keinginan warga. Apalagi mereka dihibur musik tradisional Makassar.
Sorak sorai teriakan Oppoki…..ikut menyambut rombongan DIAmi di halaman hotel Max-One. Ratusan bendera DIAmi berkibar. Danny-Indira disambut bak pahlawan.
Saat Danny-Indira naik ke lantai dua, ribuan simpatisan degan setia menunggu dengan tertib. Tak ada insiden berarti. Semua berjalan lancar kecuali sejumlah ruas jalan dalam kota terjadi kemacetan.
Danny Pomanto juga meminta maaf kepada seluruh warga Makassar karena harus terjebak macet.
‘’Mohon maaf kepada seluruh warga Makasar atas kemacetan yang terjadi,” kata Danny pada bagian sambutannya di depan komisioner KPU Makassar.
Penulis : Asri Syahril





