INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Sejumlah elemen mahasiswa di Makassar turun ke jalan memperingati hari Anti Korupsi Sedunia, Sabtu (9/12/2017).
Aksi para mahasiswa ini berlangsung di beberapa titik. Terbanyak di Flyover Jalan Urip Sumoharjo. Namun di tempat ini aksi mahasiswa harus berakhir rusuh.
Awalnya aksi demonstrasi yang berlangsung tertib tersebut, harus diberhentikan secara paksa oleh pihak kepolisian. Itu setelah sejumlah mahasiswa hendak membakar ban bekas.
Adu mulut antara polisi dan mahasiswa tak terelakkan. Aksi saling dorong pun terjadi. Ini berbuntut ditahannya dua mahasiswa dari Forum Mahasiswa Toraja (Format), Belo Langi dan Bonar.
Ketua Format, Prilki P Randan mengungkapkan kekecewaannya atas kejadian yang menimpa kedua anggotanya yang ditahan pihak kepolisian tanpa alasan jelas.
“Saya sangat menyangkan tindakan represif kepolisian, Sejak awal kami telah dipukuli, padahal kami melakukan aksi dengan tertib,” jelas Prilki, Sabtu (9/12/2017) sore.
Tidak hanya itu. Ketika hendak berdialog dengan pihak kepolisian untuk membebaskan temannya, Dony Rey Luden harus mendapat sundulan kepala dari seorang perwira berpangkat Komisaris Besar (Kombes) Steven.
“Saya disundul oleh Pak Steven. Padahal kami dipanggil untuk bernegosiasi,” ujar Dony.
Rencananya mahasiswa yang tergabung dalam Format ini kembali akan melakukan aksi susulan pada hari Hak Asasi Manusia (HAM) Internasional, Minggu (10/12/2017).
Di tempat lain Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Talasalapang Unismuh Makassar, juga menggelar aksi serupa di perempatan Jalan AP Pettarani – Hertasning.
Aksi ini dipimpin Taslim, jendral lapangan. Bersama puluhan mahasiswa lainnya, mereka bergantian berorasi. Mereka menyoroti berbagai kasus korupsi di tanah air. Salah satunya kasus mega korupsi e-KTP yang melibatkan Ketua DPR-RI, Setya Novanto.
“Saya menghimbau kepada kawan-kawan PMII, untuk bergerak dan menegakkan hukum,” teriak mahasiswa Fakultas Pertanian Unismuh Makassar ini saat ditemui di perempatan Jalan AP Pettarani – Hertasning, Sabtu.
Penulis : Satriawan
Editor : Aril





