ASI Eksklusif Antar Mahasiswa Bantaeng ini Raih Gelar Megister Kesehatan di UMI

Sabri (tengah) diapit sejumlah tim penguji usai mempertahankan tesisinya berjudul Analisis Formulasi dan Implementasi Perda Nomor 3 Tahun 2016 Tentang Pemberian ASI Eksklusif di Kota Makassar.

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR — Prodi Megister Kesehatan Masyarakata Universitas Muslim Indonesia (UMI) kembali menambah satu Megister Kesehatan setelah salah seorang mahasiswa asal Bantaeng, Sabri, dinyatakan lulus dalam ujian tesis di UMI, Kamis (7/12/2017).

Sabri lulus dengan predikat pujian dengan  IP 3,85 dalam ujian tesis di Ruang B106 Pascasarjana UMI. Ia  dan berhasil mempertahankan Tesis yang berjudul Analisis Formulasi dan Implementasi Perda Nomor 3 Tahun 2016 Tentang Pemberian ASI Eksklusif di Kota Makassar.

Mahasiswa kelahiran Bantaeng ini alumni Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK)  Makassar tahun 2014.

Sabri menejelaskan, hasil dari tersis tersebut memberikan alur pemahaman dalam formulasi kebijakan kesehatan dalam bentuk Perda.

“Hasil dari tesis tersebut menemukan terkait langkah dalam pembuatan kebijakan kesehatan dalam bentuk Perda Asi Eksklusif, ” jelas Sabri yang sehari-hari berprofesi sebagai jurnalis ini, Jumat (8/12/2017).

Ia menambahkan, saat ini mahasiswa dan akademisi serta tenaga kesehatan lebih fokus terhadap lingkungan dan sosial ekonomi.

‘’Namun kurang memperhatikan politik kesehatan. Perda akan hadir ketika mendapatkan dukungan politik yang kuat,” katanya.

“Saat ini determinan kesehatan bukan lagi tentang sosial, ekonomi dan lingkungan, namu kurangnya dukungan politik terhadap kesehatan,” ungkap Sabri lagi.

Sabri mempertahankan tesisinya dihadapan tim penguji. Masing-masing Prof. Sukri Palutturi, SKM.,M.Kes., MSc.,Ph.D, Dr. Arman, M.Kes, Dr. Drs. Haeruddin, SKM.,M.Kes, Dr. Samsualam, SKM.,S.Kep., M.Kes, Dr. H. Reza Aril Ahri, SKM.,M.Kes.

 

Penulis : Asri Syahril

 

Pos terkait