Banjir Masih Menggenangi Sebagian Kawasan di Makassar

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR— Hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur Sulawesi Selatan (Sulsel) sepekan terakhir ini menyebabkan terjadinya banjir di sejumlah daeah. Termasuk ribuan rumah di Makassar.

Dampak lainnya beberapa pohon besar juga tumbang. Di laporkan pula tembok pagar Perumahan Pesona Pelangi Residence di Moncongloe dan tembok pagar perusahaan di Tamalanrea roboh. Seorang wanita menjadi korban akibat tembok pagar perusahaan roboh di RW 03, Bontojai, Kelurahan Bira, Kecamatan Tamalanrea, Makassar.

Bacaan Lainnya

Belum diketahui persis kondisi korban. Wakil Kepala Polrestabes Makassar AKBP Hotman Sirat saat dikonfirmasi Jumat (22/12/2017) membenarkan peristiwa tersebut.  Adapun pohon yang tumbang akibat angin kencang yakni di Jalan Palm Raya, depan Kantor PDAM Makassar Jalan DR Sam Ratulangi, depan Kampus UIT Jalan Abdul Kadir, dan Jalan Lagaligo. Pohon besar yang tumbang di Jalan Lagaligo menimpa sebuah mobil saat diparkir di tepi jalan.

Seorang bocah tujuh tahun bernama Fadly, warga Jalan Angin Mammiri juga dilaporkan tewas tersetrum listrik.

Hotman mengaku bukan tewasnya bocah ini bukan karena korban banjir. Pasalnya, di bawah rumah korban tidak terdapat genangan banjir.

Namun informasi yang diperoleh Fadly meninggal akibat tersetrum listrik saat turun dari lantai 2 rumahnya. Ketika itu ia hendak mandi sebelum berangkat ke sekolah. Korban ditemukan dalam kondisi tak bernyawa oleh ibunya di lokasi genangan air di depan rumahnya.

Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto yang dikonfirmasi membenarkan banyaknya pohon tumbang di Kota Makassar akibat angin kencang.

“Selain sebagian Kota Makassar dilanda banjir, banyak pohon tumbang akibat angin kencang. Laporan itu sudah masuk semua dan sementara dalam penanganan tim di lapangan,” tuturnya.

Sampai Jumat siang banjir masih menggenangi  beberapa wilayah di Makassar. Di beberapa lokasi, ketinggian air mencapai 1,5 meter. Di kelurahan Katimbang, kecamatan Biringkanaya, khususnya di kompleks Kodam III Makassar.Warga terpaksa dievakuasi oleh tim SAR gabungan.

Beberapa korban banjir semisalnya memilih mengungsi ke rumah kerabat dan tempat ibadah. Banjir terjadi diakibatkan hujan deras sepekan terakhir ini secara berturut – turut. Debit air juga diperparah dengan air laut yang pasang dalam waktu bersamaan.

 

Penulis : Desy/*

Editor : Asri Syah

Pos terkait