Demi Mengganggu IYL-Cakka di Jalur Independen Pembegal Demokrasi Halalkan Segala Cara

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Skenario pembegalan demokrasi terhadap pasangan Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka) di Pilgub Sulsel makin massif. Aktornya pun, kini sudah ketahuan yang tak lain kubu salah satu kandidat.

Setelah gagal menjebak IYL-Cakka di jalur parpol, kini para pembegal demokrasi mencoba memainkan skenario guna menggembosi berkas dukungan pasangan Mr Komitmen ini di jalur perseorangan.

Bacaan Lainnya

Pintu masuknya, menggiring opini ke publik, baik melalui rilis yang dikirim ke media, maupun mempopulerkan isu pencaplokan yang seolah-olah IYL Cakka melakukan kecurangan.

Akademisi dari Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Iqbal Sultan mengurai,  dugaan pembegalan demokrasi yang sedang dijalankan menghambat IYL-Cakka dinilai bagian intrik dan tarik menarik kepentingan.

“Tentu saja setiap orang yang ingin berkuasa, atau yang ingin di sekelingnya yang mendukung orang-orang berkuasa, tentu saling senggol menyenggol. Artinya, bukan hanya menampilkan kekuatannya di depan publik. Orang yang diusung atau tokoh sentralnya sendiri, tapi dia juga harus mencari kelemahan lawan-lawannya,” kata Iqbal, Selasa (12/12/2017).

Iqbal mengatakan, gerakan kelompok pembegal demokrasi cenderung membuat gerakan yang membenarkan dirinya dan mengkerdilkan orang lain.

“Manuver politik yang demikian biasa dilakukan dengan berbagai cara untuk bisa mendapatkan dukungan atau mengurangi dukungan dan melemahkan lawannya. Jadi salah satu aspek yang paling mudah untuk diteropong oleh pasangan calon independen itu adalah dukungan melalui KTP. Itu kekuatan dan kelemahannya,” jelasnya.

Saat ditanya perihal adanya dukungan IYL-Cakka yang bocor di sejumlah daerah, dia tidak menampik bahwa itu adalah sebuah proses pembegalan demokrasi.

“Dengan cara menggembosi semaksimal mungkin dukungan lewat KTP, maka dikatakan  sebagai pembegalan. Kalau lewat kekuatan yang dukungan partai politik dianggap juga pembegalan. Kalau umpamanya ada dukungannya dan partai itu diambil oleh kandidat lain. Itu yang namanya pembegalan,” ucapnya.

Menurut Iqbal, baik dukungan perseorangan maupun partai politik, keduanya memiliki peluang untuk saling membegal.

 

Penulis : Asri Syahril

Pos terkait