INFOSULSEL.COM, MAKASSAR– Forum Kompleks Unhas Baraya (FKUB) dan gerakan aksi mahasiswa (GAM) melakukan unjuk rasa terkait pembangunan Yayasan Amal Jariyah di Jalan Sunu Makassar, di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar, Senin (11/12/2017).
Aksi warga Kompleks Unhas Baraya yang berlangsung damai di terima Wakil ketua komisi C, Sangkala Saddiko.
Perwakilan warga, Prof Sadly Abdul Djabbar mengaku terganggu dengan aktivitas bangunan yang mengakibatkan sejumlah rumah warga rusak akibat pemasangan tiang pancang.
“Sejak awal warga tidak pernah memberikan persetujuan terhadap pembangunan gedung yayasan ini,” ujar Prof Sadly.
Sadly juga mempertanyakan ketinggian gedung ini. Sebab, kata dia, awalnya masyarakat mengira bangunan ini hanya satu lantai.
‘Kenyataannya tukang mengatakan akan dibangun lima lantai,” timpal Rudi Curiting.
Menurut Saldy, sejak pembanyjan gedung yayasan ini kemacetan yang timbul di Kompleks Unhas Barayya sudah sangat memngangu.
‘’Ini baru satu lantai. Bagaimana nanti kalau lima antai,” katanya.
Sebagai masyarakat akademisi Saldy mengaku akan membantu Pemkot Makassar menciptakan suasana tenang. ‘’Sesuai kesepakatan, kita gunakan jalur hukum. Kami sadari betul bahwa IMB itu tidak memenuhi persyaratan karena kami pun tau sistem birokrasi” ujar Prof Sadly.
Masalah ini tidak hanya diadukan ke wakil rakyat, tetapi juga kepada Ombudsman-RI. Alasannya, karena adanya Maladministrasi.
‘’Kami menduga Dinas PM-PTSP Kota Makassar melakukan MalAdministrasi dalam bentuk penyimpangan prosedur penertiban IMB,” katanya.
Penulis : Desy
Editor : Aril





