INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Pelatih PSM Makassar Robert Alberts menyebut lebih mempriorotaskan turnamen Supercup Asia 2018 yang dilaksanakan manajemen PSM dibanding Piala Presiden.
Alasan pelatih asal Belanda itu karena ajang pramusim yang akan digelar pada 19-21 Januari di Stadion Mattoanging, Makassar itu bukan sekadar ajang pramusim.
“Turnamen ini juga jadi ajang promosi untuk sepak bola Makassar dan Indonesia. Apalagi kami memang sudah menjadwalkan turnamen ini jauh sebelum jadwal Piala Presiden 2018 keluar,” kata Robert pada jumpa media, Kamis (18/1/2018).
Robert merujuk pada pengalaman Arema FC, Borneo FC dan Semen Padang yang mampu tampil memukau di Piala Presiden, tapi melempem di Liga 1.
“Mereka hebat di Piala Presiden 2017. Semen Padang malah terdegradasi,” sebut Robert.
Hal berbeda dengan Bhayangkara, Bali United dan PSM. Tergusur di penyisihan grup Piala Presiden 2017 tapi finis di papan atas. Bahkan Bhayangkara juara Liga 1.
Pelatih MND Army FC (Kamboja), Tep Longrachana mengungkapkan klubnya berterima kasih kepada PSM yang mengundang mereka ke Makassar. MND berpartisipasi di Makassar sebagai pengganti Negeri Sembilan FA (Malaysia) yang membatalkan keikusertaan mereka.
“Ajang ini sangat bagus untuk mengembangkan kemampuan tim. Kami berharap jadi juara di Liga Kamboja setelah meraih posisi runner-up musim lalu,” ungkap Longrachana.
Longrachana menambahkan, PSM Supercup Asia juga menjadi ajang untuk membina kerja sama dengan sesama klub Asia.
“Kami berharap ajang ini rutin digelar setiap tahun,” ujar Longrachana.
Selain PSM dan MND, ajang ini juga diikuti oleh Home United (Singapura) dan Adelaide United (Australia).
Penulis : Asri Syahril





