Danny Pomanto di Mata Maqbul Halim

Maqbul Halim.(FOTO: ASRIL SYAHRIL)

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR –  Petahana bakal calon Walikota Makassar 2019-2024,  Moh Ramdhan Pomanto mendaulat  Maqbul Halim menjadi Ketua Tim Media dan Isu strategis Markas Perlawanan Rakyat (MENARA) DIAmi.

Politisi Golkar yang ‘pecat’ oleh Nurdin Halid awal September 2017 lalu itu punya lasan mendasar mengapa ia mau bergabung di Markas Perlawanan Rakyat (MENARA) demi memenangkan pasangan Moh Ramdhan Pomanto-Indira Mulyasari Paramastuti di Pemilihan Walikota 2018.

Bacaan Lainnya
‘’Tidak ada yang mengajak dan yang diajak. Pada dasarnya saya dengan Pak Danny  itu ada kesamaan,” kata lelaki kelahiran 2 Pebruari ini.
Moh Ramdhan Pomanto.(FOTO: ASRI SYAHRIL)

Di mata Maqbul, banyak pihak yang berkepentingan di Pilkada Kota Makassar. Kepentingan tersebut dikendalikan oleh para pemangku kepentingan yang berbeda-beda.

“Kesemuanya itu bermuara pada calon-calon yang sekarang ini sedang meretas jalan menuju Pilkada Makassar 2018,” ujarnya.

Baginya, ada dua cara pandang melihat kepentingan-kepentingan tersebut. Cara pandang yang pertama adalah dalam istilah in order to. Cara pandang pertama ini memberikan pemahaman, yakni dalam rangka apakah sehingga pihak-pihak tersebut berkepentingan terhadap Pilkada kota Makassar 2018!

“Cara pandang kedua adalah apa yang memotivasi (motive to) sehingga pihak- pihak tersebut berkepentingan terhadap Pilkada Kota Makassar 2018,” sebutnya lagi.

Cara pandang pertama meletakkan latar belakang menjadi penjelas. Latar belakang itu antara lain dalam rangka agama, politik, bisnis, budaya, atau primordialisme. Cara pandang kedua meletakkan tujuan sebagai penjelas kenapa pihak-pihak itu berekepentingan di Pilkada Makassar 2018.

“Tujuan itu antara lain misalnya ingin memperbaiki kota Makassar, menambang keuntungan bisnis di kota Makassar, atau ingin menjadikan kota Makassar sebagai kota religius, dan sebagainya,” papar juru bicara Syarul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu’mamg (SAYANG) di Pemiluhan Gubernur Sulsel beberapa waktu lalu.

“Danny Pomanto atau Ramdhan Pomanto, dalam pengetahuan saya, telah memastikan latar belakang dan motivasinya pada Pilkada Kota Makassar saat ini. Latar belakang Danny Pomanto sehingga menjadi wali kota– saat ini sedang berusaha mencalonkan diri lagi, bukanlah karena latar belakang Bisnis (kerajaan bisnis). Demikian pula, tujuan Danny Pomanto mencalonkan diri lagi, sudah pasti bukan bertujuan untuk menambang keuntungan bisnis di kota Makassar,” urai Maqbul.

“Saya lalu bertanya, itukah yang menyebabkan Danny Pomanto penting bagi Kota Makassar? Pertanyaan ini sifatnya lazim, tapi juga perlu jawaban. Saya berharap ini tidak bermaksud mengkerdilkan Danny Pomanto, program-program Danny Pomanto sebagai Walikota selama ini dalam beberapa bagian sudah luar biasa. Demikian juga sosoknya sebagai profesional, hanya unggul tipis dari sosok-sosok profesional hebat lainnya,” katanya lagi.

Maqbul menyebut, telah menemukan paradigma lain terkait dengan kehadiran Danny Pomanto di Pilkada Makassar 2018 ini. Yang paling berharga dan utama dari pencalonan kembali ini adalah aspek PERLAWANAN-nya. Perlawanan inilah yang menyebabkan Danny Pomanto tidak perlu digugat lagi dengan pertanyaan “Siapakah orang ini?”. Perlawanan seperti ini sangat historis dan selalu menjadi energi besar bagi bangsa.

Menurutnya, zaman dulu, bangsa Indonesia tidak mempersoalkan siapa itu Ir Soekarno, juga tidak bertanya siapa itu Bung Hatta. Kedua orang ini tidak digugat dengan pertanyaan, mereka itu anaknya siapa, dari daerah mana, dari suku apa, pengusaha atau birokrat, dan lain-lain!

“Lalu mengapa bangsa Indonesia bersatu bersama Soekarno-Hatta bergerak untuk melakukan perlawanan? Itu terjadi lantaran yang dilawan oleh Soekarno-Hatta adalah kolonial,” katanya.

 

Tim INFOSULSEL

 

Pos terkait